Islam adalah agama dakwah yang ditujukan untuk semua manusia agar meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ummat Islam diwajibkan untuk berdakwah di mana pun berada sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing. Qs. Annhl :125 "Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu(Islam) dengan hikmah (alquran)dan dengan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik"
Senin, 26 September 2011
MENJADI UMMAT TERBAIK
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. Qs. Ali Imran 110
Dalam ayat di atas di tegaskan bahwa umat Islam merupakan umat yang terbaik (khairu ummah). Ini artinya umat Islam seharusnya menjadi umat yang terdepan, umat yang menjadi teladan bagi umat lain, umatyang unggul di segala bidang kehidupan, umat yang sukses baik di dunia maupun di akhirat. Seperti doa yang selalu kita ucapkan : Qs :2 : 201
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan di antara mereka ada orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"
Bukan hanya bahagia menjadi penghuni surga di akhirat tetapi di dunia pun mestinya hidup sukses dan bahagia di dunia.
Dan negaranya pun menjadi Negara yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan bathin seperti yang digambarkan oleh Allah SWT Qs Saba :15
كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".
Namun faktanya tidak demikian, yang terjadi adalah justru sebaliknya/sangat paradoks.
Kini umat Islam yang mayoritas di negeri ini pada umumnya hidup terpuruk dan tertinggal dalam segala bidang kehidupan baik ekonomi, sosial, iptek maupun politik.
Negara kita yang mayoritas muslim ini masih berstatus sebagai Negara berkembang dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang cukup tinggi serta daya saing ekonomi yang sangat rendah. Kekayaan alamnya yang berlimpah ruah lebih banyak dicuri, dikuras dan dikuasai oleh bangsa lain. Demikian pula industri-industri besar dikuasai kaum kapital yang hanya memanfaatkan tenaga kerja kita yang dibayar sangat murah sementara tenaga mereka diperas sepanjang hari. Sementara produk-produk asing membanjiri pasar domestik kita yang membuat bangsa kita menjadi masyarakat konsumtif dan sangat tergantung kepada bangsa lain yang notabene Negara-negara non muslim.
Pertanyaannya adalah kenapa hal itu bisa terjadi?
Apa yang menyebabkan terjadinya keterpurukan kaum muslimin di Indonesia?
Yang pasti bukan Islam yang salah atau bukan Allah tidak memenuhi janjinya. Tetapi kita sendiri yang salah, kita sendiri yang tidak mau menjalankan Islam secara benar dan secara kaaffah (menyeluruh) sebagaimana yang diperintahkan oleh Alla Qs. 2 : 208 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam agama Islam secara kaaffah (menyeluruh) dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan karena sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu”
Allah SWT juga menegaskan bahwa Islam adalah system hidup yang sempurna. Qs. Al-maidah : 3:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
Mayoritas umat Islam meninggalkan agamanya. Agama hanya dijadikan symbol atau identitas pribadi. Takwa hanya sebatas ucapan bahkan berada pada titik nadir sehingga berdasarkan penelitian dan survey tahun 2010 di 33 propinsi di Indonesia umat Islam yang melaksnakan sholat tidak lebih dri 30 % pada hal sholat adalah tiang agama.
Di samping itu mayoritas umat Islam meninggalkan prinsip-prinsip agamanya sendiri seperti kewjiban menuntut ilmu pengetahuan dan mengembangkan teknologi. Islam mewajibkan kita belajar dan mengembangkan teknologi tetapi mayoritas umat Islam meninggalkannya.
Islam mengajarkan agar kita membina persatuan dan kesatuan dan ukhuwah islamiyah tetapi yang terjadi adalah perpecahan dan pertikaian.
Islam mengajarkan agar kita menegakkan amar ma’ruf nahi munkar tetapi yang terjadi adalah membiarkan kerusakan yang terjadi bahkan ikut-ikutan menjalankan kemaksiatan secara masal.
Islam mengajarkan agar kita mengembangkan ekonomi perdagangan dan kewirausahaan seperti yang dicontohkan oleh nabi yang menjadi pedagang sebelum menjadi pemimpin tetapi kebanyakan orangtua menginginkan anaknya menjadi pekerja.
Islam mengajarkan disiplin dalam segala bidang tetapi yang terjadi adalah tidak disiplin dan masih banyak lagi prinsi-prinsip Islam yang ditinggalkan oleh umat Islam sehingga terjadi keterpurukan dan keterbelakangan dengan umat-umat lain.
Oleh karena itu jika kita ingin menjadi umat terbaik di muka bumi ini maka marilah kita kembali kepada Alquran dan sunah. Jika umat Islam menjalankan Islam secara kaffah pasti umat Islam akan mengalami kejayaan seperti pada masa Rasulullah dan masa sahabat-sahabat Rasulullah pada masa keemasan Islam yaitu abad ke-7 s.d. abad ke-15 di mana ketika itu ¾ dunia dikuasai umat Islam sehingga melahirkan tokoh-tokoh dunia dan ilmuan-ilmuan di berbagai bidang kelas dunia seperti Ibnu Sina, Ibnu Rush, alFara, Alkindi, Aljabbar dan lain-lain yang litaeraturnya sampai sekarang dipakai di Negara-negara Barat. Tetapi setelah perlahan-lahan umat Islam meninggalkan agananya setelah terjadi perang salib dan revolusi industry maka kejayaan Islam itu secara perlahan menjadi sirna dan seolah-olah segala macam ilmu pengetahuan dan teknologi itu berasal dari Barat.
Allah telah manjanjikan Qs Annur ayat 55
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”.
Pertanyaanya adalah apakah umat Islam sekarang sudah menjadi umat yang terbaik ? namun faktanya, keterpurukan terjadi pada umat Islam, sebagian umat Islam menjadi bulan bulanan orang kafir, kita dijajah baik ekonomi, politik, sumber daya alam dsb, apakah umat Islam sudah meninggalakan aktivitas Amar makruf nahi munkar ? padahal aktivitas dakwah juga banyak dilakukan oleh kaum muslimin ? seperti apakah aktivitas amar makruf nahi munkar yang dapat membuat umat islam menjadi umat yang terbaik
Kamis, 18 Agustus 2011
NUZULUL QURAN DAN PROKLAMASI
NUZULUL QURAN DAN PROKLAMSI
Peringatan nuzulul quran 17 Ramadhan 1432 H kali ini sangat berbeda dengan peringatan nuzulul quran pada tahun-tahun sebelumnya karena kali bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2011 yang merupakan hari yang sangat bersejarah dalam Negara kita yaitu lahirnya Negara kesatuan RI dan bebasnya Negara kita dari belenggu penjajahan. Dengan demikian nuzulul quran dan hari proklamasi mempunyai korelasi yang sangat penting karena keduanya merupakan awal pembebasan manusia dari belenggu kebodohan dan keterbelakangan. Wahyu pertama yang diturunkan yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5 mengajarkan agar manusia membaca yang berarti perintah menuntut ilmu sebagai bekal hidup manusia agar tidak terjajah oleh kebodohan. Proklamasi yang terjadi 66 tahun yang lalu juga terjadi tepat pada tanggal 9 Ramadhan 1364 H dan jatuh pada hari Jumat. Ini bukan kebetulan tapi ini menunjukkan bahwa kemerdekaan itu benar-benar atas anugrah Allah SWT. Karena tepat sekali jika dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-3 dinyatakan : “Atas berkat Rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”
Oleh karena itu marilah kita syukuri kemerdekaan ini dengan mengisinya dengan kerja keras memberantas kebodohan dan keterbelakanan serta kemiskinan yang melanda bangsa kita saat ini. Mari kita bebasrkan diri kita dari kemiskinan dan keterbelakangan. Jangan sampai kita terjajah oleh kebodoan dan keterbelakangan serta kemiskinan. Islam mengajarkan kita agar menjadi orang yang kuat dalam segala hal, baik ekonomi maupun ilmunya.
Semoga Allah memberikan pertolongannya. Amiin
Peringatan nuzulul quran 17 Ramadhan 1432 H kali ini sangat berbeda dengan peringatan nuzulul quran pada tahun-tahun sebelumnya karena kali bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2011 yang merupakan hari yang sangat bersejarah dalam Negara kita yaitu lahirnya Negara kesatuan RI dan bebasnya Negara kita dari belenggu penjajahan. Dengan demikian nuzulul quran dan hari proklamasi mempunyai korelasi yang sangat penting karena keduanya merupakan awal pembebasan manusia dari belenggu kebodohan dan keterbelakangan. Wahyu pertama yang diturunkan yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5 mengajarkan agar manusia membaca yang berarti perintah menuntut ilmu sebagai bekal hidup manusia agar tidak terjajah oleh kebodohan. Proklamasi yang terjadi 66 tahun yang lalu juga terjadi tepat pada tanggal 9 Ramadhan 1364 H dan jatuh pada hari Jumat. Ini bukan kebetulan tapi ini menunjukkan bahwa kemerdekaan itu benar-benar atas anugrah Allah SWT. Karena tepat sekali jika dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-3 dinyatakan : “Atas berkat Rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”
Oleh karena itu marilah kita syukuri kemerdekaan ini dengan mengisinya dengan kerja keras memberantas kebodohan dan keterbelakanan serta kemiskinan yang melanda bangsa kita saat ini. Mari kita bebasrkan diri kita dari kemiskinan dan keterbelakangan. Jangan sampai kita terjajah oleh kebodoan dan keterbelakangan serta kemiskinan. Islam mengajarkan kita agar menjadi orang yang kuat dalam segala hal, baik ekonomi maupun ilmunya.
Semoga Allah memberikan pertolongannya. Amiin
Jumat, 12 Agustus 2011
ESENSI IBADAH PUASA
Qs. Albaqarah : 183-184
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ ۚ
وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿١٨٤﴾
“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari- hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”
Hari ini kita sedang merasakan bagaimana rasanya lapar, haus, tidak makan selama 12 jam lebih mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Mungkin yang kita rasakan saat ini tidak seberapa dibandingkan dengan saaudara-saaudara kita nun jauh di sana, di gunung-gunung, di hutan-hutan, di kolong jembatan, di padang pasir yang sepanjang hari tidak menemukan makanan, kecuali seadanya. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mereka berjuang hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Tetapi kita hanya menahan lapar selama beberapa jam dan beberapa hari selama Ramadhan pada siang hari saja.
Karena itulah sudah selayaknya kita merenung agar tumbuh di hati kita rasa kasih saying, peduli sesama, solidaritas sesame, dan timbul sifat kedermawanan dan berbagi kepada sesame kita.
Itulah diantara keagungan ibadah puasa yang menjadi esensi ibadah puasa yang harus kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Kita dididik secara langsung oleh Allah SWT bukan teori tapi praktek langsung. Semua yang menjalankannya akan merasakan baik orang kaya maupun orang miskin, baik pejabat ataupun rakyat jelata, baik orang yang lemah ataupun orang yang lemah.
Karena itulah Allah mewajibkan puasa kepada kita yang mengaku beriman selama satu bulan dalam setahun yaitu pada bulan Ramadhan sebagaimana juga diwajibkan kepada orang-orang sebelum kita, sebelum ummat nabi Muhammad SAW, nabi Musa, nabi Isa, nabi Ibrahim, nabi Daud dan nabi-nabi lainnya.
Dengan demikian ibadah puasa bukanlah ibadah yang sederhana tetapi ibadah yang sangat special dan sangat khusus sehingga Allah menyatakan dalan sebuah hadits Qudsi : “………………………….Sesungguhnya puasa itu adalah untukku dan akulah yang langsung membalasnya”.
Makna puasa yang disebut SHAUM atau SHIYAM dalam bahasa Arab secara sederhana ialah AL-IMSAAKU ANIL MUFTIRI yang artinya menahan diri darai segala yang dapat membatalkan, seperti makan, minum dan hubungan intim suami istri di siang hari. Tetapi sesungguhnya dibalik makna itu terkandung makna yang sangat luas dan mendalam yaitu menahan diri dari segala yang dilarang oleh Allah dan meninggalkan keburukan sepanjang hayat kita sehingga yang ada adalah kebaikan yang terhimpun dalam diri kita. Itulah yang disebut TAQWA sebagaimana sabda nabi :
“Takwa itu adalah kumpulan atau himpunan kebaikan yang ada dalam diri seseorang”
Diantara sifat orang yang bertakwa adalah orang yang suka menolong sesama baik di waktu senang maupun di waktu susah dan orang yang mampu mengendalikan diri.
Qs. Ali Imraan ; 133-134.
Marilah kita mengukur (menaker) diri kita masing-masing sudah sejauh mana ketakwaan kita dan sudah sampai pada tingkat mana ketakwaan kita kepada Allah, apakah karena kita sudah sholat, puasa, zakat, haji, lantas kita mengabaikan tetangga kita yang hidup dalam kesulitan, kita membiarkan bawahan kita mengalami kesusahan,apakah ketakwaan kita baru sebatas ucapan saja, apakah ketakwaan kita baru sebatas kesalehan pribadi, apakah ketakwaan kita sudah sampai kepada kesalehan sosial, apakah kita mengaku takwa karena kita selalu berzikir sementara kita membiarkan sauda-saudara kita kelaparan, apakah kita mengaku takwa karena kita gemar berjamaah di masjid setiap waktu semenatara kita membiarkan kemaksiatan merajalela di sekitar kita, apakah kita mengaku takwa karena kita suka membaca Alquran sementara kita tidak peduli dengan keadaan masjid yang ada di lingkungan kita, apakah kita mengaku takwa karena kita sudah berdoa setiap hari sementara kita masih suka menyakiti teman kita, apakah kita mengaku takwa sementara kita masih suka berbohong, apakah kita menagku takwa sementara kita masih suka menghina orang lain, apakah kita mengaku takwa sementara kita masih gemar melakukan kemaksiatan, apakah kita mengaku takwa sementara pikiran kita masih kotor, apakah kita mengaku takwa sementara kita masih suka sombong dan angkuh????????????? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Semoga……………………………………..
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ ۚ
وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿١٨٤﴾
“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari- hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”
Hari ini kita sedang merasakan bagaimana rasanya lapar, haus, tidak makan selama 12 jam lebih mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Mungkin yang kita rasakan saat ini tidak seberapa dibandingkan dengan saaudara-saaudara kita nun jauh di sana, di gunung-gunung, di hutan-hutan, di kolong jembatan, di padang pasir yang sepanjang hari tidak menemukan makanan, kecuali seadanya. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mereka berjuang hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Tetapi kita hanya menahan lapar selama beberapa jam dan beberapa hari selama Ramadhan pada siang hari saja.
Karena itulah sudah selayaknya kita merenung agar tumbuh di hati kita rasa kasih saying, peduli sesama, solidaritas sesame, dan timbul sifat kedermawanan dan berbagi kepada sesame kita.
Itulah diantara keagungan ibadah puasa yang menjadi esensi ibadah puasa yang harus kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Kita dididik secara langsung oleh Allah SWT bukan teori tapi praktek langsung. Semua yang menjalankannya akan merasakan baik orang kaya maupun orang miskin, baik pejabat ataupun rakyat jelata, baik orang yang lemah ataupun orang yang lemah.
Karena itulah Allah mewajibkan puasa kepada kita yang mengaku beriman selama satu bulan dalam setahun yaitu pada bulan Ramadhan sebagaimana juga diwajibkan kepada orang-orang sebelum kita, sebelum ummat nabi Muhammad SAW, nabi Musa, nabi Isa, nabi Ibrahim, nabi Daud dan nabi-nabi lainnya.
Dengan demikian ibadah puasa bukanlah ibadah yang sederhana tetapi ibadah yang sangat special dan sangat khusus sehingga Allah menyatakan dalan sebuah hadits Qudsi : “………………………….Sesungguhnya puasa itu adalah untukku dan akulah yang langsung membalasnya”.
Makna puasa yang disebut SHAUM atau SHIYAM dalam bahasa Arab secara sederhana ialah AL-IMSAAKU ANIL MUFTIRI yang artinya menahan diri darai segala yang dapat membatalkan, seperti makan, minum dan hubungan intim suami istri di siang hari. Tetapi sesungguhnya dibalik makna itu terkandung makna yang sangat luas dan mendalam yaitu menahan diri dari segala yang dilarang oleh Allah dan meninggalkan keburukan sepanjang hayat kita sehingga yang ada adalah kebaikan yang terhimpun dalam diri kita. Itulah yang disebut TAQWA sebagaimana sabda nabi :
“Takwa itu adalah kumpulan atau himpunan kebaikan yang ada dalam diri seseorang”
Diantara sifat orang yang bertakwa adalah orang yang suka menolong sesama baik di waktu senang maupun di waktu susah dan orang yang mampu mengendalikan diri.
Qs. Ali Imraan ; 133-134.
Marilah kita mengukur (menaker) diri kita masing-masing sudah sejauh mana ketakwaan kita dan sudah sampai pada tingkat mana ketakwaan kita kepada Allah, apakah karena kita sudah sholat, puasa, zakat, haji, lantas kita mengabaikan tetangga kita yang hidup dalam kesulitan, kita membiarkan bawahan kita mengalami kesusahan,apakah ketakwaan kita baru sebatas ucapan saja, apakah ketakwaan kita baru sebatas kesalehan pribadi, apakah ketakwaan kita sudah sampai kepada kesalehan sosial, apakah kita mengaku takwa karena kita selalu berzikir sementara kita membiarkan sauda-saudara kita kelaparan, apakah kita mengaku takwa karena kita gemar berjamaah di masjid setiap waktu semenatara kita membiarkan kemaksiatan merajalela di sekitar kita, apakah kita mengaku takwa karena kita suka membaca Alquran sementara kita tidak peduli dengan keadaan masjid yang ada di lingkungan kita, apakah kita mengaku takwa karena kita sudah berdoa setiap hari sementara kita masih suka menyakiti teman kita, apakah kita mengaku takwa sementara kita masih suka berbohong, apakah kita menagku takwa sementara kita masih suka menghina orang lain, apakah kita mengaku takwa sementara kita masih gemar melakukan kemaksiatan, apakah kita mengaku takwa sementara pikiran kita masih kotor, apakah kita mengaku takwa sementara kita masih suka sombong dan angkuh????????????? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Semoga……………………………………..
Kamis, 11 Agustus 2011
ESENSI RAMADHAN
Rasa syukur yang sedalam-dalamnya kita panjatkan ke hadirat Allah Rabbul Alamin yang telah menganugrahkan kenikmatan yang terbesar dalam hidup kita, kenikmatan yang dapat menyelamatkan kita dari dunia hingga akhirat, kenikmatan yang menuntun kita menuju Allah yaitu kenikmatan Iman dan Islam.
Sebagai khatib yang dhaif, izinkanlah saya menyerukan kepada diri saya khususnya dan kepada kaum muslimin umumnya, marilah kita meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan sebanar-benar takwa yaitu dengan bersungguh-sungguh (bermujahadah) melaksanakn perintah Allah dan meninggalkan segala larangannya. Sungguh takwa adalah satu istilah yang sangat enteng diucapkana tetapi sangat berat melaksanakannya. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk melaksanakannya. Amiin.
Hari ini kita memasuki hari ke-5 Ramadhan, bulan yang agung dan penuh berkah, bulan saat kita berdekatan dengan Allah, bulan saat kita berdampingan dengan Allah, bulan saat kita menahan kesabaran, bulaan saat kita menebar kasih saying, bulan saat kita membersihkan diri dari segala kotoran baik kotoran jasmanai dan kotoran rohani. Sabda nabi :
“Ramadahan ke Ramadhan berikutnya adalah menjadi penebus dosa diantara keduanya, jika dosa-dosa besar ditinggalkan”
Satu tahun setelah Allah mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan, Rasulullah berkhutbah di depan para sahabatnya :
“Wahai sekalian manusia, sungguh telah datang menaungi kamu bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan, bulan yang di dalamnya terdapat satu kewajiban istimewa yaitu ibadah puasa yang tidak ada pada bulan-bulan lain dan ada ibadah sunnah yang tidak ada di bbulan lain yaitu tarawih, Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan kebaikan-kebaikan atau amal-amal sunnah maka nilainya sama dengan melaksanakan ibadah wajib pada bulan-bulan lain dan barangsaiapa yang mengerjakan ibadah wajib pada bulan Ramadhan maka sama nilainya dengan mengerjakan tujuh puluh ibadah fardu padaa bulan-bulan lain. Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran dan kesabaran itu balasannya adalah surge. Bulan Ramadahn adalah bulan saat menebar kasih saying, bulan saat kita bertolong-menolong dan bulan ditambahkannya rizki kepada orang-orang mukmin. Barangsiapa yang memberi makan berbuka bagi orang yang sedang berpuasa maka hal itu dapat mengampuni dosa-dosanya dan dapat membebaskannya dari api neraka dan dia akan memperoleh pahala sama dengan pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa berkurang sedikit pun”
Begitulan sabda nabi yang sangat jelas dan terang-benderang, tinggal bagaimana kita melaksanakannya. Oleh karena itu marilah kita bersungguh-sungguh melaksanakan agenda Ramadhan dengan sebaik-baiknya untuk menggapai kemenangan yang hakiki yaitu TAQWA. Kita tidak akan dapat meraih kemenangan hakiki tanpa melalui proses puasa seperti sedang kita laksanakan pada hari ini . Marilah kita mengaplikasikan nilai-nilai ibadah puasa dalam kehidupan nyata agar kita dapat menjalani hidup ini dengan benar sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunnah Rasul, benar dalan ucapan, benar dalam perbuatan dan benar pula dalam pikiran.
Semoga kita dapat melaksanakannya. Amiin. Qs. Asshaff :10
Senin, 01 Agustus 2011
MARHABAN YAA RAMADHAAN
مرحــــــــــــــــــــــــــــــبا يارمضـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــان
Selamat datang ramadhan.
“Sungguh telah datang menaungi kamu bulan yang agung dan berkah, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang di dalamnya ada kewajiban puasa dan tarawih yang disunnahkan. Barangsiapa yang melakukan amal kebajikan yang sunnah di bulan itu maka Allah menilainya seperti mengerjakan ibadah yang wajib pada bulan-bulan lain dan barangsiapa yang melaksanakan ibadah yang wajib maka Allah mencatatnya sama dengan mengerjakan tujuh puluh ibadah wajib pada bulan-bulan lainnya. Ramadhan adalah bulan kesabaran dan kesabaran balasannya adalah surge dan bulan saat kita bertolong-menolong dan barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa maka sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan Allah akan membebaskannya dari api neraka dan akan memperoleh pahala sama dengan pahala orang yang berpuasa tersebut dengan tidak berkurang sedikit pun.” (Hadits)
Bulan yang agung dan berkah bernama Ramadhan yang kita rindukan sejak dua bulan yang lalu kini telah datang menghampiri kita. Tetapi tidak semua orang menyikapinya dengan positif, ada orang yang menyikapi kedatangan Ramadhan dengan biasa-biasa saja karena mereka menganggap Ramadhan itu tida ada bedanya dengan bulan-bulan lainnya sehingga tidak ada perubahan sama sekali dalam dirinya bahkan ada pula orang yang menyikapinya dengan penuh kekecewaan dan perasaan sinis dengan kedatangan Ramadhan karena mereka menganggap Ramadhan adaalah suatu beban berat yang harus dipikulnya sehingga Ramadhan menjadi sesuatu yang menakutkan baginya.
Bagi orang yang beriman, Ramadhan adalah satu bulan yang sangat dinantikan dan dirindukan sejak dua bulan sebelumnya sesuai dengan do’a yang diucapkannya :
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”
Karena itu mereka menyambutnya dengan penuh sukacita dan penuh rasa sesang dan gembira. Kegembiraan mereka bukan lantaran dunia seperti halnya anak-anak. Tetapi kegembiiraan merekaa lantaran dengan masuknya Ramadahan berarti kesempatan besar diberikan oleh Allah untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaiman sabda nabi :
“Ramadhan ke Ramadhaan berkutnya adalah sebagai penghapus dosa jika do-dosa besar ditinggalkan”
Bagaimana dengan kita? Jawabannya ada pada diri kitamasing-masing.
Berbagai pahala terhampar di depan kita jika kita mau mendapatkannya. Mulai hari ini kita menjalani proses pelatihan dan penempaat fisik dan mental untuk menjadi manusia baru yang lebih berkualitas dan mulai hari ini pula kita menjalani proses reaktualisasi diri melalui berbagai ibadah yang kita lakukan selama satu bulan terutama ibadah puasa. Puasa Ramadhan adalah ibadah khusus yang diperintahkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman untuk membentuk manusia yang bertakwa. QS. 3:183.
Setidaknya ada sepuluh agenda Ramadhan yang dapat kita lakukan guna menyempurnakan ibadah kita yaitu :
1. Shaum Ramadhan yang merupakan kewajiban bagi setiap mukmin dan mukminah
2. Slalat tarawih yangmenjadi bagian langsung dari puasa dan tidak kalah pentingnya dengan ibadah puasa.
3. Sodaqoh merupakan pelengkap ibadah puasa yang seharusnya ditingkatkan selama bulan Ramadhan.
4. Tadarrus Alquran yang selama ini sering kita abaikan karena sibuk dengan urusan dunia
5. Tadabbur Alqur’an sebagai upaya untuk memahami dan mendalami Alqur’an
6. Memperbanyak do’a dan istighfar kepada Allah Azza Wazalla atas segala dosa dan kesalahan kita dan mohon dipenuhi segala kebutuhan kita untuk meraih kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat.
7. Memperbanyak zikir sebagai upaya untuk meningat Allah dan membersihkan diri
8. Meningkatkan silaturrahim kepada sesame saudara kita kaum muslimin dan muslimat baik yang dekaat maupun yang jauh
9. Beri’tikap pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
10. Meningkatkan kinerja kita sesuai dengan profesi kita masing-masing dengan niat ibadah kepadaa Allah SWT
Sungguh merupakan keberuntungan yang sangat besar jika kita bisa melaksanakan agenda-agenda Ramadahan dengan penuh keimanan dan semata-mata mengharap Ridha Allah SWT. Semoga Allah mengampuni segala dosa kita sebagaimana bayi yang baru dilahirkan. Amiin.
Selamat datang ramadhan.
“Sungguh telah datang menaungi kamu bulan yang agung dan berkah, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang di dalamnya ada kewajiban puasa dan tarawih yang disunnahkan. Barangsiapa yang melakukan amal kebajikan yang sunnah di bulan itu maka Allah menilainya seperti mengerjakan ibadah yang wajib pada bulan-bulan lain dan barangsiapa yang melaksanakan ibadah yang wajib maka Allah mencatatnya sama dengan mengerjakan tujuh puluh ibadah wajib pada bulan-bulan lainnya. Ramadhan adalah bulan kesabaran dan kesabaran balasannya adalah surge dan bulan saat kita bertolong-menolong dan barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa maka sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan Allah akan membebaskannya dari api neraka dan akan memperoleh pahala sama dengan pahala orang yang berpuasa tersebut dengan tidak berkurang sedikit pun.” (Hadits)
Bulan yang agung dan berkah bernama Ramadhan yang kita rindukan sejak dua bulan yang lalu kini telah datang menghampiri kita. Tetapi tidak semua orang menyikapinya dengan positif, ada orang yang menyikapi kedatangan Ramadhan dengan biasa-biasa saja karena mereka menganggap Ramadhan itu tida ada bedanya dengan bulan-bulan lainnya sehingga tidak ada perubahan sama sekali dalam dirinya bahkan ada pula orang yang menyikapinya dengan penuh kekecewaan dan perasaan sinis dengan kedatangan Ramadhan karena mereka menganggap Ramadhan adaalah suatu beban berat yang harus dipikulnya sehingga Ramadhan menjadi sesuatu yang menakutkan baginya.
Bagi orang yang beriman, Ramadhan adalah satu bulan yang sangat dinantikan dan dirindukan sejak dua bulan sebelumnya sesuai dengan do’a yang diucapkannya :
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”
Karena itu mereka menyambutnya dengan penuh sukacita dan penuh rasa sesang dan gembira. Kegembiraan mereka bukan lantaran dunia seperti halnya anak-anak. Tetapi kegembiiraan merekaa lantaran dengan masuknya Ramadahan berarti kesempatan besar diberikan oleh Allah untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaiman sabda nabi :
“Ramadhan ke Ramadhaan berkutnya adalah sebagai penghapus dosa jika do-dosa besar ditinggalkan”
Bagaimana dengan kita? Jawabannya ada pada diri kitamasing-masing.
Berbagai pahala terhampar di depan kita jika kita mau mendapatkannya. Mulai hari ini kita menjalani proses pelatihan dan penempaat fisik dan mental untuk menjadi manusia baru yang lebih berkualitas dan mulai hari ini pula kita menjalani proses reaktualisasi diri melalui berbagai ibadah yang kita lakukan selama satu bulan terutama ibadah puasa. Puasa Ramadhan adalah ibadah khusus yang diperintahkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman untuk membentuk manusia yang bertakwa. QS. 3:183.
Setidaknya ada sepuluh agenda Ramadhan yang dapat kita lakukan guna menyempurnakan ibadah kita yaitu :
1. Shaum Ramadhan yang merupakan kewajiban bagi setiap mukmin dan mukminah
2. Slalat tarawih yangmenjadi bagian langsung dari puasa dan tidak kalah pentingnya dengan ibadah puasa.
3. Sodaqoh merupakan pelengkap ibadah puasa yang seharusnya ditingkatkan selama bulan Ramadhan.
4. Tadarrus Alquran yang selama ini sering kita abaikan karena sibuk dengan urusan dunia
5. Tadabbur Alqur’an sebagai upaya untuk memahami dan mendalami Alqur’an
6. Memperbanyak do’a dan istighfar kepada Allah Azza Wazalla atas segala dosa dan kesalahan kita dan mohon dipenuhi segala kebutuhan kita untuk meraih kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat.
7. Memperbanyak zikir sebagai upaya untuk meningat Allah dan membersihkan diri
8. Meningkatkan silaturrahim kepada sesame saudara kita kaum muslimin dan muslimat baik yang dekaat maupun yang jauh
9. Beri’tikap pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
10. Meningkatkan kinerja kita sesuai dengan profesi kita masing-masing dengan niat ibadah kepadaa Allah SWT
Sungguh merupakan keberuntungan yang sangat besar jika kita bisa melaksanakan agenda-agenda Ramadahan dengan penuh keimanan dan semata-mata mengharap Ridha Allah SWT. Semoga Allah mengampuni segala dosa kita sebagaimana bayi yang baru dilahirkan. Amiin.
TARHIB RAMADHAN
Istilah Tarhib Ramadhan sudah menjadi akrab di hati ummat Islam Indonesia. Setiap tahun menjelang datangnya bulan suci Ramadhan ummat menghadiri kegiatan bernama Tarhib Ramadhan. Kata tarhib berasal dari akar kata yang sama yang membentuk kata Marhaban. Sedangkan marhaban artinya selamat datang atau welcome. Maka Tarhib Ramadhan berarti Selamat Datang Ramadhan atau Welcome Ramadhan.
Seorang muslim perlu membangun sikap positif dalam menyambut kedatangan bulan istimewa Ramadhan. Bahkan berdasarkan sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam biasanya sejak dua bulan sebelum datang Ramadhan sudah mengajukan doa kepada Allah ta’aala dalam rangka Tarhib Ramadhan atau welcoming Ramadhan.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Adalah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam apabila memasuki bulan Rajab berdoa: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad 2228)
Rajab, Sya’ban dan Ramadhan merupakan bulan ketujuh, kedelapan dan kesembilan dari sistem kalender Hijriyah Ummat Islam. Hadits di atas seolah mengisyaratkan bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam punya kebiasaan menyambut kedatangan Ramadhan bahkan dua bulan sebelum ia tiba. Artinya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menggambarkan betapa istimewanya Ramadhan sehingga dua bulan sebelumnya sepatutnya seorang Muslim sudah mulai mengkondisikan diri menyambut Ramadhan lewat do’a seperti di atas.
Mengapa Ramadhan dipandang sebagai bulan istimewa? Coba perhatikan beberapa hadits di bawah ini:
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ
رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu katanya: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR Muslim 1793)
Al-Qadhi Iyadh rahimahullah berkata: “Ada kemungkinan yang dimaksud adalah makna yang sebenarnya, dan yang demikian itu merupakan tanda bagi para malaikat akan masuknya bulan Ramadhan, penghormatan terhadapnya serta dicegahnya syetan untuk mengganggu kaum muslimin. Ada pula kemungkinan ini merupakan isyarat akan banyaknya pahala serta pengampunan dan berkurangnya gangguan syetan, sehingga mereka seperti orang-orang yang terbelenggu.”
Al-Qadhi Iyadh rahimahullah melanjutkan bahwa kemungkinan yang dimaksud dengan ”pintu-pintu surga dibuka” adalah ungkapan bentuk-bentuk ketaatan yang Allah ta’aala buka untuk hamba-hambaNya, dan yang demikian itu merupakan sebab-sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sedangkan yang dimaksud dengan ”pintu-pintu nerkaka ditutup” adalah ungkapan akan dipalingkannya keinginan untuk mengerjakan kemaksiatan yang menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka. Adapun kalimat ”syetan dibelenggu” merupakan ungkapan ketidakmampuan mereka untuk membuat tipu daya dan menghiasi syahwat.”
Jika demikian, mengapa kita masih melihat kejahatan dan maksiat di bulan Ramadhan? Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan: ”…kemaksiatan itu disebabkan oleh sejumlah faktor selain syetan: seperti jiwa yang buruk, kebiasaan tidak baik dan syetan dari jenis manusia.”
Oleh karenanya, seberapa besar kebaikan akan diperoleh seseorang sangat bergantung kepada bagaimana orang itu sendiri menyikapi dan menyambut kedatangan Ramadhan. Bila ia sikapi dan sambut Ramadhan dengan suka cita, insyaAllah Ramadhan akan menjadi pembuka rahmat Allah ta’aala dan pintu surga baginya.
Namun sebaliknya bila ia masih saja tidak peduli dengan kesucian Ramadhan maka jangan harap ia akan bisa memperoleh kebaikan darinya. Sangat mungkin ia malah menjadi orang yang penuh kegusaran di bulan Ramadhan. Sebuah rasa gusar yang menghasilkan penyesalan di saat api neraka sudah terlihat di depan matanya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ
صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ
مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ
يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan para syaithan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-pintu neraka ditutup dan tak satupun yang dibuka dan pintu-pintu surga dibuka dan tak satupun yang ditutup. Lalu ada penyeru yang menyerukan: ”Wahai para pencari kebaikan, sambutlah (songsonglah) dan wahai para pencari kejahatan, tolaklah (hindarilah).” Dan Allah ta’aala memiliki perisai dari api neraka. Dan yang demikian terjadi setiap malam.” (HR Tirmidzi 618)
Saudaraku, marilah kita memohon kepada Allah ta’aala agar memasukkan kita ke dalam golongan para pencari kebaikan di dalam bulan Ramadhan, bahkan sepanjang hayat. Marilah kita berdoa semoga Allah ta’aala jauhkan kita dari masuk ke dalam golongan pencari kejahatan di bulan Ramadhan apalagi seumur hidup. “Ya Allah, berkahilah kami dalam sisa bulan Sya’ban ini dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” Amin, ya Rabb.-
Seorang muslim perlu membangun sikap positif dalam menyambut kedatangan bulan istimewa Ramadhan. Bahkan berdasarkan sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam biasanya sejak dua bulan sebelum datang Ramadhan sudah mengajukan doa kepada Allah ta’aala dalam rangka Tarhib Ramadhan atau welcoming Ramadhan.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Adalah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam apabila memasuki bulan Rajab berdoa: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad 2228)
Rajab, Sya’ban dan Ramadhan merupakan bulan ketujuh, kedelapan dan kesembilan dari sistem kalender Hijriyah Ummat Islam. Hadits di atas seolah mengisyaratkan bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam punya kebiasaan menyambut kedatangan Ramadhan bahkan dua bulan sebelum ia tiba. Artinya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menggambarkan betapa istimewanya Ramadhan sehingga dua bulan sebelumnya sepatutnya seorang Muslim sudah mulai mengkondisikan diri menyambut Ramadhan lewat do’a seperti di atas.
Mengapa Ramadhan dipandang sebagai bulan istimewa? Coba perhatikan beberapa hadits di bawah ini:
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ
رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu katanya: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR Muslim 1793)
Al-Qadhi Iyadh rahimahullah berkata: “Ada kemungkinan yang dimaksud adalah makna yang sebenarnya, dan yang demikian itu merupakan tanda bagi para malaikat akan masuknya bulan Ramadhan, penghormatan terhadapnya serta dicegahnya syetan untuk mengganggu kaum muslimin. Ada pula kemungkinan ini merupakan isyarat akan banyaknya pahala serta pengampunan dan berkurangnya gangguan syetan, sehingga mereka seperti orang-orang yang terbelenggu.”
Al-Qadhi Iyadh rahimahullah melanjutkan bahwa kemungkinan yang dimaksud dengan ”pintu-pintu surga dibuka” adalah ungkapan bentuk-bentuk ketaatan yang Allah ta’aala buka untuk hamba-hambaNya, dan yang demikian itu merupakan sebab-sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sedangkan yang dimaksud dengan ”pintu-pintu nerkaka ditutup” adalah ungkapan akan dipalingkannya keinginan untuk mengerjakan kemaksiatan yang menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka. Adapun kalimat ”syetan dibelenggu” merupakan ungkapan ketidakmampuan mereka untuk membuat tipu daya dan menghiasi syahwat.”
Jika demikian, mengapa kita masih melihat kejahatan dan maksiat di bulan Ramadhan? Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan: ”…kemaksiatan itu disebabkan oleh sejumlah faktor selain syetan: seperti jiwa yang buruk, kebiasaan tidak baik dan syetan dari jenis manusia.”
Oleh karenanya, seberapa besar kebaikan akan diperoleh seseorang sangat bergantung kepada bagaimana orang itu sendiri menyikapi dan menyambut kedatangan Ramadhan. Bila ia sikapi dan sambut Ramadhan dengan suka cita, insyaAllah Ramadhan akan menjadi pembuka rahmat Allah ta’aala dan pintu surga baginya.
Namun sebaliknya bila ia masih saja tidak peduli dengan kesucian Ramadhan maka jangan harap ia akan bisa memperoleh kebaikan darinya. Sangat mungkin ia malah menjadi orang yang penuh kegusaran di bulan Ramadhan. Sebuah rasa gusar yang menghasilkan penyesalan di saat api neraka sudah terlihat di depan matanya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ
صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ
مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ
يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan para syaithan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-pintu neraka ditutup dan tak satupun yang dibuka dan pintu-pintu surga dibuka dan tak satupun yang ditutup. Lalu ada penyeru yang menyerukan: ”Wahai para pencari kebaikan, sambutlah (songsonglah) dan wahai para pencari kejahatan, tolaklah (hindarilah).” Dan Allah ta’aala memiliki perisai dari api neraka. Dan yang demikian terjadi setiap malam.” (HR Tirmidzi 618)
Saudaraku, marilah kita memohon kepada Allah ta’aala agar memasukkan kita ke dalam golongan para pencari kebaikan di dalam bulan Ramadhan, bahkan sepanjang hayat. Marilah kita berdoa semoga Allah ta’aala jauhkan kita dari masuk ke dalam golongan pencari kejahatan di bulan Ramadhan apalagi seumur hidup. “Ya Allah, berkahilah kami dalam sisa bulan Sya’ban ini dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” Amin, ya Rabb.-
NILAI-NILAI IBADAH PUASA
Tasyakur dan wasiat taqwa.
Perintah puasa yang sedang kita jalani saat ini memiliki sejarah yang sangat panjang sepanjang sejarah kehidupan manusia karena puasa sesungguhnya sudah dikenal dalam sejarah manusia-manusia beragama terdahulu yang tidak hanya dikenal pada masa kerasulan nabi Muhammad SAW tetapi juga sudah dikenal oleh ummat-ummat sebelum nabi Muhammad SAW meskipun kaifiyat dan bentuknya berbeda tetapi intinya adalah sama yaitu membentuk manusia yang bertakwa sebagai puncak kesempurnaan manusia.
Inilah yang difrirmankan oleh allah SW QS : 2 : 183
”Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan oleh orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Puasa bukanlah tradisi manusia seperti yang dilakukan oleh orang-orang di luar Islam tetap puasa adalah syariat yang ditetapkan oleh Allah yang harus didasri oleh iman kepada Allah SWT dan bertujuan hanya semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT. Sabda nabi :
”Barangsiapa yang berpuasa atas dasar iman dan mengharapkan keridhaan Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Pada era teknologi sekarang ini puasa tidak hanya dikaji menurut kaidah hukum Islam saja tetapi ibadah puasa juga dikaji dalam berbagai profesi keilmuan khususnya pada bidang ilmu kedokteran dan psikologi dalam rangka menggali hikmah yang terkandung di dalamnya. Dalam bebrbagai penelitian dan eksperimen yang dilaksanakan tentang ibahad puasa telah terbukti bahwa puasa itu sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan fisik dan psikis manusia bahkan telah terbukti bahwa puasa itu dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, mag dan penyakit kronis lainnya. Karena itu benarlah apa yang disabdakan oleh Rasul :
”Berpuasalah kamu niscaya kamu akan menjadi sehat”
Dan saat ini kita sedang menjalani ibadah puasa yang berarti kita sedang menjalani proses penyembuhan berbagai penyakit baik penyakit jasmani maupun penyakit rohani melalui suatu terapi yang dirancang khusus oleh raja dari segala raja, dokter dari segala dokter yaitu sang Khalik yang menguasai alam semesta ini yaitu Allah SWT. Selama satu bulan kita diopname dalam sebuah RS khusus yang diunamakan RS Ramadhan. Jika RS biasa melakukan terapi dengan menggunakan obat, jarum suntik, lat infus, alat transfusi darah tetapi alat yang digunakan dalan RS ini tidak berwujud dan tidak dapat dilihat atau dipegang tetapi hanya dapat dirasakan yaitu terapi Shaum(puasa) yaitu tidak makan dan tidak minum selama 12 jam. Dengan terapi ini maka segala racun, kotoran dan lemak-lemak yang berlebihan akan terkikis dan segala organ yang ada dalam tubuh kita akan berfungsi kembali secara normal setelah puasa.
Di samping itu puasa juga mendidik kita agar menjadi manusia yang sabar, jujur, disiplin, berjiwa kasih sayang, memiliki semangat juang yang tinggi yang harus kita refleksikan dalam kehidupan kita sehari-hari sepanjang hayat kita. Jadi berpuasa itu pada hakikatnya adalah puasa sepanjang hayat kita.
Mudah-mudahan kita dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya
Begitulah Allah dan Rasulnya mendidik kita. Begitulah Islam mengatur kehidupan manusia agar manusia berbahagia di dunia dan di akhirat.
Islam adalah agama yang rasional yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Islam adalah agama yang realistis bukan dogmatis/doktrin/pemaksaan pemikiran manusia.
Islam adalah satu-satunya agama yang mengatur kehidupan manusia sejak lahir sampai wafat.
Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi seluruh ummat manusia.
Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang dapat menandinginya.
Islam is way of life
Islam is universal religion
Islam is diffuse light every where.
QS Ali Imran 19,83,85 dan QS Albaqoroh 208.
Perintah puasa yang sedang kita jalani saat ini memiliki sejarah yang sangat panjang sepanjang sejarah kehidupan manusia karena puasa sesungguhnya sudah dikenal dalam sejarah manusia-manusia beragama terdahulu yang tidak hanya dikenal pada masa kerasulan nabi Muhammad SAW tetapi juga sudah dikenal oleh ummat-ummat sebelum nabi Muhammad SAW meskipun kaifiyat dan bentuknya berbeda tetapi intinya adalah sama yaitu membentuk manusia yang bertakwa sebagai puncak kesempurnaan manusia.
Inilah yang difrirmankan oleh allah SW QS : 2 : 183
”Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan oleh orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Puasa bukanlah tradisi manusia seperti yang dilakukan oleh orang-orang di luar Islam tetap puasa adalah syariat yang ditetapkan oleh Allah yang harus didasri oleh iman kepada Allah SWT dan bertujuan hanya semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT. Sabda nabi :
”Barangsiapa yang berpuasa atas dasar iman dan mengharapkan keridhaan Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Pada era teknologi sekarang ini puasa tidak hanya dikaji menurut kaidah hukum Islam saja tetapi ibadah puasa juga dikaji dalam berbagai profesi keilmuan khususnya pada bidang ilmu kedokteran dan psikologi dalam rangka menggali hikmah yang terkandung di dalamnya. Dalam bebrbagai penelitian dan eksperimen yang dilaksanakan tentang ibahad puasa telah terbukti bahwa puasa itu sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan fisik dan psikis manusia bahkan telah terbukti bahwa puasa itu dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, mag dan penyakit kronis lainnya. Karena itu benarlah apa yang disabdakan oleh Rasul :
”Berpuasalah kamu niscaya kamu akan menjadi sehat”
Dan saat ini kita sedang menjalani ibadah puasa yang berarti kita sedang menjalani proses penyembuhan berbagai penyakit baik penyakit jasmani maupun penyakit rohani melalui suatu terapi yang dirancang khusus oleh raja dari segala raja, dokter dari segala dokter yaitu sang Khalik yang menguasai alam semesta ini yaitu Allah SWT. Selama satu bulan kita diopname dalam sebuah RS khusus yang diunamakan RS Ramadhan. Jika RS biasa melakukan terapi dengan menggunakan obat, jarum suntik, lat infus, alat transfusi darah tetapi alat yang digunakan dalan RS ini tidak berwujud dan tidak dapat dilihat atau dipegang tetapi hanya dapat dirasakan yaitu terapi Shaum(puasa) yaitu tidak makan dan tidak minum selama 12 jam. Dengan terapi ini maka segala racun, kotoran dan lemak-lemak yang berlebihan akan terkikis dan segala organ yang ada dalam tubuh kita akan berfungsi kembali secara normal setelah puasa.
Di samping itu puasa juga mendidik kita agar menjadi manusia yang sabar, jujur, disiplin, berjiwa kasih sayang, memiliki semangat juang yang tinggi yang harus kita refleksikan dalam kehidupan kita sehari-hari sepanjang hayat kita. Jadi berpuasa itu pada hakikatnya adalah puasa sepanjang hayat kita.
Mudah-mudahan kita dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya
Begitulah Allah dan Rasulnya mendidik kita. Begitulah Islam mengatur kehidupan manusia agar manusia berbahagia di dunia dan di akhirat.
Islam adalah agama yang rasional yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Islam adalah agama yang realistis bukan dogmatis/doktrin/pemaksaan pemikiran manusia.
Islam adalah satu-satunya agama yang mengatur kehidupan manusia sejak lahir sampai wafat.
Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi seluruh ummat manusia.
Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang dapat menandinginya.
Islam is way of life
Islam is universal religion
Islam is diffuse light every where.
QS Ali Imran 19,83,85 dan QS Albaqoroh 208.
Langganan:
Postingan (Atom)