Senin, 01 Agustus 2011

TARHIB RAMADHAN

Istilah Tarhib Ramadhan sudah menjadi akrab di hati ummat Islam Indonesia. Setiap tahun menjelang datangnya bulan suci Ramadhan ummat menghadiri kegiatan bernama Tarhib Ramadhan. Kata tarhib berasal dari akar kata yang sama yang membentuk kata Marhaban. Sedangkan marhaban artinya selamat datang atau welcome. Maka Tarhib Ramadhan berarti Selamat Datang Ramadhan atau Welcome Ramadhan.
Seorang muslim perlu membangun sikap positif dalam menyambut kedatangan bulan istimewa Ramadhan. Bahkan berdasarkan sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam biasanya sejak dua bulan sebelum datang Ramadhan sudah mengajukan doa kepada Allah ta’aala dalam rangka Tarhib Ramadhan atau welcoming Ramadhan.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Adalah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam apabila memasuki bulan Rajab berdoa: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad 2228)
Rajab, Sya’ban dan Ramadhan merupakan bulan ketujuh, kedelapan dan kesembilan dari sistem kalender Hijriyah Ummat Islam. Hadits di atas seolah mengisyaratkan bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam punya kebiasaan menyambut kedatangan Ramadhan bahkan dua bulan sebelum ia tiba. Artinya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menggambarkan betapa istimewanya Ramadhan sehingga dua bulan sebelumnya sepatutnya seorang Muslim sudah mulai mengkondisikan diri menyambut Ramadhan lewat do’a seperti di atas.
Mengapa Ramadhan dipandang sebagai bulan istimewa? Coba perhatikan beberapa hadits di bawah ini:
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ
رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu katanya: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Syurga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR Muslim 1793)
Al-Qadhi Iyadh rahimahullah berkata: “Ada kemungkinan yang dimaksud adalah makna yang sebenarnya, dan yang demikian itu merupakan tanda bagi para malaikat akan masuknya bulan Ramadhan, penghormatan terhadapnya serta dicegahnya syetan untuk mengganggu kaum muslimin. Ada pula kemungkinan ini merupakan isyarat akan banyaknya pahala serta pengampunan dan berkurangnya gangguan syetan, sehingga mereka seperti orang-orang yang terbelenggu.”
Al-Qadhi Iyadh rahimahullah melanjutkan bahwa kemungkinan yang dimaksud dengan ”pintu-pintu surga dibuka” adalah ungkapan bentuk-bentuk ketaatan yang Allah ta’aala buka untuk hamba-hambaNya, dan yang demikian itu merupakan sebab-sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sedangkan yang dimaksud dengan ”pintu-pintu nerkaka ditutup” adalah ungkapan akan dipalingkannya keinginan untuk mengerjakan kemaksiatan yang menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka. Adapun kalimat ”syetan dibelenggu” merupakan ungkapan ketidakmampuan mereka untuk membuat tipu daya dan menghiasi syahwat.”
Jika demikian, mengapa kita masih melihat kejahatan dan maksiat di bulan Ramadhan? Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan: ”…kemaksiatan itu disebabkan oleh sejumlah faktor selain syetan: seperti jiwa yang buruk, kebiasaan tidak baik dan syetan dari jenis manusia.”
Oleh karenanya, seberapa besar kebaikan akan diperoleh seseorang sangat bergantung kepada bagaimana orang itu sendiri menyikapi dan menyambut kedatangan Ramadhan. Bila ia sikapi dan sambut Ramadhan dengan suka cita, insyaAllah Ramadhan akan menjadi pembuka rahmat Allah ta’aala dan pintu surga baginya.
Namun sebaliknya bila ia masih saja tidak peduli dengan kesucian Ramadhan maka jangan harap ia akan bisa memperoleh kebaikan darinya. Sangat mungkin ia malah menjadi orang yang penuh kegusaran di bulan Ramadhan. Sebuah rasa gusar yang menghasilkan penyesalan di saat api neraka sudah terlihat di depan matanya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ
صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ
مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ
يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan para syaithan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-pintu neraka ditutup dan tak satupun yang dibuka dan pintu-pintu surga dibuka dan tak satupun yang ditutup. Lalu ada penyeru yang menyerukan: ”Wahai para pencari kebaikan, sambutlah (songsonglah) dan wahai para pencari kejahatan, tolaklah (hindarilah).” Dan Allah ta’aala memiliki perisai dari api neraka. Dan yang demikian terjadi setiap malam.” (HR Tirmidzi 618)
Saudaraku, marilah kita memohon kepada Allah ta’aala agar memasukkan kita ke dalam golongan para pencari kebaikan di dalam bulan Ramadhan, bahkan sepanjang hayat. Marilah kita berdoa semoga Allah ta’aala jauhkan kita dari masuk ke dalam golongan pencari kejahatan di bulan Ramadhan apalagi seumur hidup. “Ya Allah, berkahilah kami dalam sisa bulan Sya’ban ini dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” Amin, ya Rabb.-

NILAI-NILAI IBADAH PUASA

Tasyakur dan wasiat taqwa.
Perintah puasa yang sedang kita jalani saat ini memiliki sejarah yang sangat panjang sepanjang sejarah kehidupan manusia karena puasa sesungguhnya sudah dikenal dalam sejarah manusia-manusia beragama terdahulu yang tidak hanya dikenal pada masa kerasulan nabi Muhammad SAW tetapi juga sudah dikenal oleh ummat-ummat sebelum nabi Muhammad SAW meskipun kaifiyat dan bentuknya berbeda tetapi intinya adalah sama yaitu membentuk manusia yang bertakwa sebagai puncak kesempurnaan manusia.
Inilah yang difrirmankan oleh allah SW QS : 2 : 183


”Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan oleh orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Puasa bukanlah tradisi manusia seperti yang dilakukan oleh orang-orang di luar Islam tetap puasa adalah syariat yang ditetapkan oleh Allah yang harus didasri oleh iman kepada Allah SWT dan bertujuan hanya semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT. Sabda nabi :


”Barangsiapa yang berpuasa atas dasar iman dan mengharapkan keridhaan Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Pada era teknologi sekarang ini puasa tidak hanya dikaji menurut kaidah hukum Islam saja tetapi ibadah puasa juga dikaji dalam berbagai profesi keilmuan khususnya pada bidang ilmu kedokteran dan psikologi dalam rangka menggali hikmah yang terkandung di dalamnya. Dalam bebrbagai penelitian dan eksperimen yang dilaksanakan tentang ibahad puasa telah terbukti bahwa puasa itu sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan fisik dan psikis manusia bahkan telah terbukti bahwa puasa itu dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, mag dan penyakit kronis lainnya. Karena itu benarlah apa yang disabdakan oleh Rasul :

”Berpuasalah kamu niscaya kamu akan menjadi sehat”
Dan saat ini kita sedang menjalani ibadah puasa yang berarti kita sedang menjalani proses penyembuhan berbagai penyakit baik penyakit jasmani maupun penyakit rohani melalui suatu terapi yang dirancang khusus oleh raja dari segala raja, dokter dari segala dokter yaitu sang Khalik yang menguasai alam semesta ini yaitu Allah SWT. Selama satu bulan kita diopname dalam sebuah RS khusus yang diunamakan RS Ramadhan. Jika RS biasa melakukan terapi dengan menggunakan obat, jarum suntik, lat infus, alat transfusi darah tetapi alat yang digunakan dalan RS ini tidak berwujud dan tidak dapat dilihat atau dipegang tetapi hanya dapat dirasakan yaitu terapi Shaum(puasa) yaitu tidak makan dan tidak minum selama 12 jam. Dengan terapi ini maka segala racun, kotoran dan lemak-lemak yang berlebihan akan terkikis dan segala organ yang ada dalam tubuh kita akan berfungsi kembali secara normal setelah puasa.
Di samping itu puasa juga mendidik kita agar menjadi manusia yang sabar, jujur, disiplin, berjiwa kasih sayang, memiliki semangat juang yang tinggi yang harus kita refleksikan dalam kehidupan kita sehari-hari sepanjang hayat kita. Jadi berpuasa itu pada hakikatnya adalah puasa sepanjang hayat kita.
Mudah-mudahan kita dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya
Begitulah Allah dan Rasulnya mendidik kita. Begitulah Islam mengatur kehidupan manusia agar manusia berbahagia di dunia dan di akhirat.
Islam adalah agama yang rasional yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Islam adalah agama yang realistis bukan dogmatis/doktrin/pemaksaan pemikiran manusia.
Islam adalah satu-satunya agama yang mengatur kehidupan manusia sejak lahir sampai wafat.
Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi seluruh ummat manusia.
Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang dapat menandinginya.
Islam is way of life
Islam is universal religion
Islam is diffuse light every where.
QS Ali Imran 19,83,85 dan QS Albaqoroh 208.

REFLEKSI MAULID NABI

Pada saat ini kita masih dalam suasana memperingati kelahiran nabi besar Muhammad SAW yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Memperingati maulid adalah wujud rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW.


“Tidak beriman diantara kamu jika kamu tidak mencintai aku melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, kepada anaknya dan kepada kedua orangtuanya dan kepada semua manusia”.

Bagaimana cara kita mencintai nabi? Rasulullah bersabda :


“Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku maka sesungguhnya ia telah mencintai aku dan barangsiapa yang mencintai aku maka ia akan bersamaku di dalam surga”.

Mudah-mudahan kita termasuk di dalamnya. Amiin.
Mencintai Rasulullah bukan sekedar diucapkan dengan kata-kata, bukan sekedar diceritakan di mana-mana, tetapi bagaimana kita melaksanakan apa diajarkan oleh beliau, dan bagaimana kita mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan bagaimana kita menjalankan peraturan yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Jangan sampai kita hanya mengaku cinta kepada nabi tetapi kita tidak mau melaksnakan apa yang diajarka oleh nabi. Kita mengaku cinta kepada nabi tetapi kita membenci hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang dibawa oleh nabi. Inilah yang terjadi sekarang ini. Banyak orang yang mengakui kerasulan nabi, banyak orang yang mengaku beragama dengan agama yang dibawa oleh nabi tetapi ia enggan melaksanakan syariat yang dibawa oleh nabi dan ia enggan melaksanakan aturan-aturan dan hukum-hukum yang dibawa oleh nabi bahkan mereka benci dan sinis jika ada orang yang melaksakan peraturan-praturan dan hukum-hukum Islam dan mereka lebih suka melaksanakan peraturan-peraturan yang berdasarkan keinginannya sendiri. QS :

“Jika manusia mengikuti kebenaran berdasarkan keinginannya sendiri maka akan binasalah seluruh langit dan bumi serta apa yang ada di dalmnya”.

Adalah suatu kemustahilan jika kita ingin selamat tetapi tidak mau melaksanakan jalan keselamatan. Sebuah syair Arab menyatakan :

“Kau inginkan keselmata tetapi kau tidak mau melaknsakana jalan keselamatan itu. Sesunguhynya kapal air itu didak bisa berjalan di daratan”.

Oleh karena itu jika kita ingin selamat marilah kita mengamalkan apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW yaitu AL-quran dan Hadits.

”Aku tinggalkan kepadamu dua macam yang jika kamu berpegang kepada keduanya kamu tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Al-quran dan Sunnah Rasul”

Sudahkah kita mencintai Rasulullah melebihi cinta kita kepada apa pun?
Sudahkah kita melaksanakan apa yang diajarkan oleh Rasulullah?
Sudah berapa banyak Al-quran dan Hadits yang kita amalkan?
Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Mudah-mudahan kita menjadi orang yang setia kepada Allah dan Rasulnya.

“Katakanlah jika kamu mengaku cinta kepadaku maka ikutilah aku hiscaya Allah akan mencintai kamu dan akan mengampuni dosa-dosamu. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang”

NILAI-NILAI IBADAH HAJI

Saat ini saudara-saudara kita kaum muslimin di seluruh dunia sedang berkumpul di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji yang puncaknya nanti pada hari ke 9 Zulhijjah yaitu wuquf di Arafah. Bersyukurlah mereka yang pada tahun ini bisa melaksanakannya dan kita semua berdoa semoga kita dapat melaksanaknnya pada tahun yang akan datang. Amiin.

Kewajiban haji didasarkan pada firman Allah QS ; Ali Imran 92

”dan hendaklah manusia melaksanakn haji karena Allah bagi mereka yang mampu melaksanaknnya”
Ayat iani diawali dengan kata ”Lillah” yang berarti bahwa haji itu harus benar-benar diniatkan karena Allah bukan karena yang lain. Kemudian ayat ini diakhiri dengan kata ”Manistatoa ilaihi sabilaa”
Yang berarti bahwa haji itu hanya diwajibkan bagi orang yang mampu melaksnakannya baik mampu secara fisik maupun mampu hartanya. Apabila tidak mampu maka tidaklah wajib mengerjakannya. Tetapi jika ada yang mampu tetapi tidak mengerjakannnya maka Allah mengancamnya dengan ancaman yang sangat keras. Sebagaimana sabda nabi :
”Barangsaiapa yang tidak terhalang oleh kebutiuhan yang mendesak atau oleh penyakit yang berat atau terhalang oleh pemimpin yng zalim tetapi ia tidak melaksanakan haji maka jika ia mati ia tinggal memilih mati Yahudi atau Nasarani’ artinya matinya itu dinilai tidak Islam. Nauzubillah.
Karena pada kenyataannya banyak orang yang mampu tetapi tidak mau melaksanakannya dengan bermacam-macam alasan :
- Ada yang beralasan karena takut
- Ada yang beralasan karena belum panggilan
- Ada yang beralasan belum sempat dsb.
Alasan-alasan itu semua tidak masuk akal karena Allah telah memanggilnya melalui lidah nabi Ibrahim AS. Qs Alhaj 27

Nabi Ibrahim sudah memanggil kita semua tinggal kita mau atau tidak melaksanakan panggilan itu. Karena panggilan itu sebenarnya adalah panggilan Allag SWT yang berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat.
Kenapa kita diperintahkan haji ?
- Haji adalah panggilan rohani untuk meninggalkan dunia
- Haji adalah merupakan latihan untuk menghadap Allah SWT karena dalam melaksanakan ibadah haji kita tidak boleh memakai apa-apa kecuali dua helai kain ihram. Ini adalan suatu gambaran kiita menghadap Allah SWT. Ketika nanti kita menghadap Allah kita tidak membawa apa-apa kecuali amal kita (takwa).
Dalam ibadah haji juga terdapat banyak sekali hikmah lainnya daintaranya ialah ketika kita tawaf kita mengelilingi kabah. Ini adalah suatu gambratan bahwa kita kharus selalu berada di jalan yang benar tidak boleh menyimpang dari ketentuan Allah. Begitu pula dalam kita melaksanakn sai ini adalah suatu gambaran bahwa kita harus selalu berusaha untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhira. Kita tidak boleh berdiam diri. Begitu pula dalam melaksanakan jumrah (melontar) ini adalah suatu gambaran bahwa kita harus selalu menentang segala bentuk kemaksaiatan dan sifat sifat kebinatangan sari diri kita. Dan masih banyk lahi pelajaran yang bisa kita ambil dari pelaksaann ibadah hai. Semoga kita dapat mengambilnya. amiin

MUHASABAH

MUHASABAH

Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat allah Rabbul alamin, Pencipta dan penguasa alam semesta yang di tangannya tergenggam segala kekuatan dan kekuasaan yang atelah memberikan kenikmatan yang tak terhingga baik nikmat yang kita minta maupun yang tidak kita minta. QS Ibrahim 34
Solawat serta salam kita sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah berjuang dengan harta tenaga dan pikiran serta tetesan darah sehingga Islam tersebar ke seluruh dunia yang akhirnya sampai ke tangan kita.
Selaku khatib yang daif perkenenkanlah saya menyeruykan kepada diri saya khususnya dan kepada kaum muslimin pada umumnya marilahg kita meningkatkan iman dan takwa kita dengan sebenar-benar takwa dan marilah kita berpegang teguh kepada islam ini sampai kahir hayatkita agar kita kembali menghadap Allah dalam keadaaan m,uslim. Qs Ali imran 102
Perjalanan waktu begitu cepat seakan berlari meninggalkan kita dan tanpa kita sadari ikini kita telah berada di hari keempat bulan januari 2008 dalam perhitungan tahun masehi/miladiyah. Dalam waktu yang bersamaan kita berada di hari ke 25 bulan zulhijjah 1428 H bulan yang terakhir dalam perhitungan tahun Islam. Syair arab mengatakan ;
Tahun bertambah dan umur berkurang
Dengan bertambahnya tahun berarti jatah hidup kita menjadi semakin berkurang dan akan terus berkurang sampai datang ajal kita. Jadi hidup yang sedangt kita kjalani saat in i adalah sisa umur kita yang diberikan oleh allah. Perjalanan kita menuju harti kematian akan semakin sdekat dan semakin dekat. Oleh karena itu semakin bertambahnya tahun hendaknya kita semakin dekat kepada Allah SWT bukan sebaliknya seperti yang kita saksikan beberapa hari yang sebuah potret bangsa kita yang notabena mayoritas muslim ketika menyambut tahun baru dengan berbagai kegiatan yang sangat bertenmtangan dengan nilai nilai islam.Mereka berpesta pora, berjoget2,berjingkarak2,mengadakan pertunjukan seni yang sangat tidak islami dan menghabiskan dana jutaan bahjkan milyaran rupiah. Sementara di daerah lain ribuan saudara kita hidup menderita akibat banjir, longsor kecelakaan dsb. Sungguh sangta ironis dan tak punya hati nurani. Hal itu menunjukkan betapa parahnya krisis yang sedang melanda bangsa ini. Bukan krisis ekonomi tetapi yang jauh lebih berbahaya adalah krisis iman dan akhlak yang menjadi sumber dari krisis2 lain. Karena krisis iman dan kahlak inilah yang menimbulkan krisisi2 yang yang lain yang menyebabkan diturunkannya bencana /musibah oleh Allah SWT terhadap bangsa kita yang datang sosilih berganti/bertubi-tubi. QS


Mengapa terjadi krisis iman dan kahlah ? Karena manusia lupa kepada allah SWT. QS : 95.
Sunnguh kami jadikan untuk mengisi nneraka jahannam itu terdiri dari iin dan manusia. Mereka mempunyain hati tetapi dst

Oleh karena itu marilah kita selalu menginagat allah agar allah juga ingat kepada kita. Qs :
Dan marilah kita memanfaatkan sisia umur kita ini untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya untukm m neghhadap Allah SWT dan marilah kita bermuhasabah (berintrospeksi) menghitung-hitung diri kita berapa banyak amal yang te;lah kita persiapkan untuk mengadap Allah SWT. Ibnu Umar berkata :
”hitungkah dirimu ebelum dihitung oleh Allah dan timbanglah dirimu sebelum ditimbang oleh Allah SWT. QS Alhasr 18

Sabtu, 30 Juli 2011

SOLAWAT

الا ياالله بنظــره

الا ياالله بنظـرة * من العين الرّحيـمة
تداوي كلّ ما بي * من امراضٍ سقـيمة
سألت الله ربّـي * باسمائه العظيــمة
وقرأنٍ وقـطبٍ * وأياتٍ كـــريمة
سألت الله يرحم * ويغـفرماتقــدم
من الفعل المحرّم * واوصـافٍ ذميمة


قصيده البرده
يارب بالمصطفى بلغ مقاصدنا واغفرلنامامضى ياواسع الكرم
محمد سيدالقونين والثقـلين والفريقين من عرب ومن عجم
نبيناالامـرالناهي فـلااحد ابرفي قـول لا منه ولا نـعم
هوالحبيب الذي ترجى شفاعته لكل هول من الاهوال مقتحم
يااكرم الخلق مالى من الوذب سواك حلول االحادث العمم
يانفس لاتقنطي من زلة عظمت ان الكبائرفي الغفران كاللمم
ولن يضيق رسول الله جاهك بي اذالكريم تجـلى بـسم منتقم
والال والصحب ثم التابعين فهم اهل التقى والنقى والحلم والكرم

قصيدة للحبيب احمدبن محمدالمحضر
يالله بها يالله بـهــا * يالله بحسن الخــاتمه
لي عشرة اطفي بـها * نارالجحيم الحــاتمه
المصطفى والمرتضـى * وابناهما وفاطمــه
وعليهمـواياربــنا * منك الصلات الدائمه
ثم الصلاة على الذي * خصصـته بمكالمـة
قصيدة للحبيب احمدبن محمدالمحضر
يامهـيمن ياسلام * سلّمنا والمسلمين
بالنّبي خيرالانـام * وبأمّ المـؤمنـين
قل لّها وفّي الكلام * واشفغي للمذنبين
واحمي البيت الحرام * من فسادالمفسدين
دخلوا باب السّلام * مسلمين مسَلّمين
ولـهم فيه اعتصام * محرمـين ملـبّيّين

قصيدة للحبيب عبدالله بن حسين بن طاهر
ياارحم الراحمـين * ياارحم الراحمـين
ياارحم الراحمـين * فرج على المسلمين
ياربـنا ياكـريم * ياربنا يارحــيم
أنت الجوادالحليم * وأنت نعـم المعين
وليس نرجواسواك * فادرك الهي دراك
قبل الفنا والهلاك * يعـم دنـياودين

الاعتراف
• الَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهْلاً وَلاَ اَقْوَى عَلَى نَارِاْلجَحِيْمِ فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ فَاِنَّكَ غَافِرُالذَّنْبِ اْلعَظِيْمِ

• ذُنُوْبِيْ مِثْلُ اَعْدَادِ الرِّمَـالِ فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً يَاذَااْلجَلاَلِ
وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَذَنْبِيْ زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

• اِلَهِيْ عَبْدُكَ اْلعَاصِيْ اَتَاكَ مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
فاِنْ تَغْفِرْفَاَنْتَ لِذَاكَ اَهْلٌ وَاِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْسِوَاكَ

صلوات نارية
اَللّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الَّذِيْ تَنْحَلُ بِهِ اْلعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ اْلكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ اْلحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ اْلخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى اْلغَمَامُ بِوَجْهِهِ اْلكَرِيْمِ وَعَلَى الِه وَصَحْبِه فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُـلّ مَعْلــــــوْمٍ لَّكَ

دعاءختمُ القرآن
اَللّهُمَّ ارْحَمْنَا بِاْلقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لَنَا اِمَامًا وَّنوْرًا وَّهُدًى وَّرَحْمَةً اَللّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَاجَهِلْنَا وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ انَاءَ اللَّيْلِ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجّةً يَارَبَّ اْلعَالَمِـيْنَ

صلوات بـدر
صلاةالله سلام الله * على طه رسول الله
صلاةالله سلام الله * على يس حبيب الله
توسّـلنا ببسم الله * وبالهادي رسول الله
وكلّ مجــاهدلله * باهل البـدريـاالله
اله سـلّم الأمّـة * من الأفات والنّقمة
ومن همّ ومن غمّة * باهل البـدريـاالله
اله اغـفرواكرمنا * بنيل مـطالبٍ مـنا
ودفغ مسائةٍعـنّا * باهـل البـدرياالله

يارسول الله سلام عليك
يارسول الله سلام عليك يارفيع الشّان والدّرج
عـطفةً ياجيرة العـلم يااهيل الجودوالكـرم
نحن جيران بذاالحـرم حرمالاحسان والحسن
نحن من قومٍ به سكنوا وبه من خوفهم امنـوا
وباية القـران عنـوا فاتّـئذ فينا اخاالوهـن
نعرفالبطـحاوتعـرفنا والصّفا والبيت يألفـنا
طلع البدرعلينا
طلع البـدرعلينا * من ثنية الـوداع
وجب الشكرعلينا * مــادعالله داع
انت شمس انت بدر * انت نور فوق نور
انت اكثيرواوغالي * انت مصباح الصدور
ياحبـيبي يامحـمد * ياعروس الخافقين
يامأيد يامـمـجد * ياامـام القـبلتين

صلى الله على النـبي
 صلى الله على النبي * صلى الله على الرّسول
صلى الله على حبيبي * محمّدافضل الرسـل
النـبي يامسلمـين * اعلمـواعلم اليقين
ان رب العـالمـين * افرض الصلاة عليه
النـبي يامن حضر * للنبي خـيرالبـشر
من دنالـه القـمر * ونزل سلّـم علـيه
 صلى الله على النــبي محمّدخيرِالبشـر
خاتم الرُّسل شافع اللانام بدرِالتمام نورِالقمر

 صَلّ وَسَلّمْ يَارَبّـيْ عَلَى النَّبِي سَيّـدِنَا
مُحَمَّدٍ والـــه وصحبه اجمـعـينَ
ببركة صلواتنــا على الاعداءفانصرنا

 ياسيدي يارسول الله * يامن له الجاه عندالله
ان المسيئين قد جاؤك * للذنب يستغفرون الله

 ربناياربناظلمنااأنفسنا وان لم تغفرلنا
وترحمنالنكونن من الخــاسـرين

 أستغفرالله رب البرايا أستغفرالله من الخطايا
ربي زدني علمانافـعا ووفقني عملا مقبولا
ووهبلي رزقاواسـعا وتب علي توبة نصوحا
 استغفرالله العظيم من كل ذنب عظيم
لا يغفرالذنـوب الاربُّ العـــالمين

 اللهم صلّ وسلّم على سيّدنا ومولانامحـمّد
عددمافى علم الله صلاةًدائمةً بدوام ملك الله

 اللّهمّ اغفرلناولوالدينا ولمشـائخينا
ولجميع المسلمين والمسلمـــات

 اللهم صلّ وسلّم على سيّــدنامحـمّدِ
واشغل ظالم بظالم واخرجنا من بينهم سالمين
وعلى اله وصحبه اجمعـــــــين

 اللّهمّ صلّ على محمّد ياربّ صلّ عليه وسلّم
اللّهمّ صلّ على محمّد ياربّ بلغه الوســيله

 اللّهمّ صلّ على النبي الهاشمي
محمّدوعلى اله وسلم تسليما

 اللهم صلّ وسلّم على سيّدنامحمد رسول الله
وعـلى ال سيـدنامحــمدحبـيب الله
يالـطيف ياخبير من كـل ذنب عظـيم
فاغـــفرلي ذنـــــوبي ياالله ياالله

 لااله الا الله الملك الحـق المـبين
محمدرسول الله الصادق الوعدالامين

 الله الكافى ربناالكـافى قصدناالكافى وجدناالكافى
لكل كافى كفانا الكافى ونعم الكافى الحــمدلله
حسبنالله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير X ۲

 صلاة من الله والف السلام
على المصطفى احمدشريف المقام

صلى الله ربنا على نور المبين
احمد المصطفى سيدالمرسلين
وعلى اله وصحبه اجمعين

Rabu, 27 Juli 2011

MEMBANGUN PERSAUDARAAN

MEMBANGUN PERSAUDARAAN

Tasyakur dan wasiat taqwa ( QS : 3 : 102 )
Firman Allah QS Ali Imran 103 :

"Berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai dan ingatlah akan nimat Allah ketika dulu kamu bermusuh-musuhan lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga kamu menjadi bersaudara dengan nikmat-Nya dan adalah kamu berada di pinggir jurang api neraka lalu Allah menyelamatkan kamu"
Persaudaraan (ukhuwah) adalah nikmat Allah yang tak ternilai harganya
Oleh karena itu marilah kita mensyukuri nikmat persaudaraan ini dengan cara kita mempertahankan dan meningkatkan terus persaudaraan kita, Jangan sampai terjadi perselisihan,konflik, pertikaian diantara kita yang menyebabkan terjadinya kehancuran dan kelemahan serta hilangnya kekuatan kita. Kita semua bersaudara.
Firman Allah : QS Alanfal :46


"Taatilah Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan karena kamu akan lemah dan akan hilang kekuatanmy dan bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar"

Nabi bersabda :
"Orang muslim saudaranya orang muslim"
"Orang mukmin saudaranya orang mukmin"
"muslim yang satu dengan yang lain bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain"
"Muslim yang satu dengan yang lain bagaikan satu tubuh yang apabila salah satu bagian tubuhnya sakit maka akan sakitlah seluruh tubuhnya
Oleh karena itu janganlah kita melihat perbedaan diantara kita tetapi lihatlah persamaannya. Kita harus bisa menerima segala perbedaan yang ada kerena perbedaan itu adalah fakta kehidupan yang tidak dapat kita hindari. Perbedaan adalah sunnatullah yang secara alamiah sudah ada sejak dahulu. Karena pada dasarnya kita adalah ummat yang satu yang mempunyai kewajiban yang sama di hadapan Allah SWT.
Firman Allah QS :23: 52 dan 21 : 92

"Sesungguhnya ummatmu adalah ummat ummat yang satu dan hanya kepakulah kamu menyembah"
"Sesungguhynya ummat ini adalah ummat yang satu dan hendaklah kamu bertakwa kepada Allah"
Allah telah membertikan statement kepada kita agar kita saling menolong dan bekerjasama diantara kita karena kita mempunyai kedudukan yang sama di hadapan allah SWT. QS Alahzab 11 :

"Wahai sekalian manusia sesungguhnya aku ciptakan kamu terdiri dari laki-laki dan perempuan dan akuu jadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling kenal mengenal sesungguhny orang yang paling mulia diantara kamu ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu"

Marilah kita mencontoh Rasulullah. Bagaimana Rasulullah mempersatukan kaum ansor dan kaumj muhajirin dalam membangun negara Madinah sehiungga dapat menciptakan kekuatan yang hebat yang akhirnya dapat menaklukkan Makkah dan seluruh Timur Tengah dan sekitarnya. Rasulullah tidak membedakan kaum ansor dan kaum muhajirin semuanya saling membantu dan saling menokong. Kaum Muhajirinh sebagai kaum pendatang dan kaum ansor sebagai kaum priubumi bersatu padu dalam membangun agama. Kita pun mempunyai kewajiban yang sama untuk meneruskan perjuangan Rasulullah SAW dan mempertahankan Islam di lingkungan kita masing-masing. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kemenangan kepada kita. Amiin