KESEIMBANGAN DUNIA DAN AKHIRAT
Setiap manusia selalu bercita-cita-cita ingin memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya. Karena itu mereka berusaha untuk mengejar kebahagiaan itu dengan berbagai cara. Ada yang memandang kebahagiaan itu hanya dari segi materi akhirnya mereka berusaha mengejar kebahagiaan dengan cara mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya karena mereka menganggap bahwa dengan harta yang banyak mereka bisa berbuat apa saja. Ada yang berusaha untuk mengejar pangkat yang setinggi-tingginya karena dengan pangkat itu mereka menganggap akan bahaga. Tetapi apa yang diharapkan ternyata tidak diperolehnya karena semakin mengejar harta manusia semakin berkurang. Seandainya mereka sudah memiliki satu gunung emas pasti ingin gunung yang kedua dst.
Kebahagiaan dalam pandangan Islam itu tidak hanya dari segi jasmani tetapi juga rohani karena kebahagiaan dalam Islam itu tidak hanya kebahagiaan di dunia tetapi juga kebahagiaan di akhirat sebagaimana doa yang selalu kita ucapkan :
Islam adalah agama yang universal yang tidak hanya diperuntukkan untuk kepentingan dunia tetapi juga untuk kepentingan akhirat : QS Alqasas 77.
Rasulullah juga bersabda :
”Bekerjalah untuk duniamu dst.”
Jadi tidaklah benar jika ada yang mengatakan bahwa Islam hanya ditujukan untuk kepentingan akhirat atau sebaliknya.
Tetapi apapun yang kita usahakan tidak boleh bertentangan dengan aturan-aturan Allah SWT. Karena semua yang diperbuat oleh manusia di dunia ini akn dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.
”Hiduplah sesuka hatimu dst.
Selama manusia mengikuti atiuran-aturan Allah pasti akan selamat dunia dan akhirat dan sebaliknya apabila manusia keluar dari ketrentuan Allah pasti akan celaka baik di dunia maupuj di akhirat.
Oleh karena itu marilah kita menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat agar kita memperoleh kebahagiaan yang hakiki yaitun kebahagoiaan kahirat.
QS Albaqoroh : 197 QS Ali Imran 183
Ibnu Umar berkata :Jadilah kamu di dunia ini sepetrti orang Asing atau pengembara yang pada satu saat akan kembali”Nabi bersabda :”Dunia ini hanyalah ladang untuk bercocok tanam untuk kepentingan akhirat”
Islam adalah agama dakwah yang ditujukan untuk semua manusia agar meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ummat Islam diwajibkan untuk berdakwah di mana pun berada sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing. Qs. Annhl :125 "Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu(Islam) dengan hikmah (alquran)dan dengan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik"
Rabu, 27 Juli 2011
MAKNA ISRA' MI'RAJ NABI
MAKNA ISRA’ DAN MI’RAJ
Tasyakur dan wasiat takwa. QS Ali Imran 102
Marilah kita berjihad untuk mentaati Allah dan Rasulnya sepenuh hati dan segenap jiwa agar kita dapat meraih kesuksesan di dunia dan kesuksesan di akhirat.
Materi khutbah tentang MEMAKNAI KEMBALI ISRA’ MI’RAJ.
Beberapa hari yang lalu kita memperingati Isra’ dan Mi’raj nabi besar Muhammad SAW sebagai momentum untuk mempertebal keyakinan kita kepada Allah dan Rasulnya serta apa yang diberitakannya.
Berbagai kajian ilmiah, berbagai analisa, berbagai pemikiran tentang Isra’dan Mi’raj tak pernah habis dan tak pernah selesai ditulis oleh para ahli di bidangnya masing-masing baik ditinjau dari segi historis (sejarahnya) maupun dari segi substansinya (makna yang terkandung di dalamnya) karena peristiwa Isra’dan Mi’raj adalah suatu peristiwa spektakuler yang tidak dapat dijangkau oleh logika manusia yang bersifat relatif dan terbatas oleh ruang dan waktu. QS 17 : 85.”Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit”
Isra’ dan Mi’raj juga merupakan mu’jizat yang diperagakan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW yang mengatasi segala teori ilmiah yang dibuat oleh manusia untuk membuktikan kemahakuasaan Allah dalam segala hal diantara sekalian makhluknya. QS :16 ayat 40.
”Sesungguhnya perkataan kami terhadap sesuatu apabila kami menghendakinya, kami hanya mengatakan kepadnya Kun (jadilah)! maka jadilah ia”
Oleh karena itu dalam memandang peristiwa Isra’ dan Mi’raj tidak hanya ditinjau dari sudut ilmiah saja tetapi juga harus dipandang dari sudut Imaniah seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar Siddiq yang mengatakan : ”Jika nabi Muhammad yang memberitakannya pasti benar adanya”. Karena jika peristiwa Isra’ dan Mi’raj hanya dipandang dari segi ilmiah tak akan ketemu teorinya dan tak akan terjangkau oleh pemikiran manusia yang sempit ini. Bagi mereka yang pemikirannya tidak dilandasi iman akan mengatakan : Bagaimana mungkin Rasul menempuh perjalanan yang begitu jauh hanya dalam waktu yang relatif singkat (sepertiga malam) dengan kecepatang ribuan kali kecepatan cahaya, padahal kecepatan cahaya adalah batas kecepatan tertinggi menurut logika manusia. Bagaimana mungkin Rasul menembus atmosfir bumi yang jika dilewati semua benda akan hangus terbakar dan bagaimana mungkin Rasul keluar dari grafitasi bumi dan kembali lagi ke bumi dalam keadaan utuh. Ini semua adalah pemikiran manusia yang hanya dilandasi oleh logika semata dan menentang kebenaran wahyu Ilahi.
Oleh karena itu pertanyaannya adalah bukan Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi tetapi Mengapa peristiwa itu terjadi serta Apa hikmah/pelajaran yang dapat kita petik di balik peristiwa itu.
Secara historis peristia Isra’dan Mi’raj itu dilakukan oleh Rasulullah pada malam 27 Rajab tahun kesebelas kenabian/621 M ketika beliau sedang berada di rumah anak pamannya. Pada malam itu beliau diperjalankan oleh Allah dari masjidil haram di Makkah ke masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina dengan terlebih dahulu disucikan hatinyaoleh malaikat Jibril dengan air zamzam As. Kemudian beliau dinaikkan oleh Allah ke tujuh lapis langit hingga Sidratil Muntaha yang tak mungkin dapat dijangkau oleh makhluk apa pun. Kemudian kembali lagi ke Makah dengan membawa printah shalat.
Peristiwa itu terjadi pada saat Rasulullah sedang dilanda kesedihan mendalam setelah ditinggal pergi oleh dua orang pendukung utamanya yaitu Pamannya Abu Thalib dan Istrinya Siti Khadijah. Karena itu tahun itu dinamakan AMUL HAZNI atau tahun kesedihan. Hal itu mengakibatkan tekanan kaum kafir Quraisy terhadap rasulullah semakin meningkat. Dalam keadaan itulah Allah mengisra’kan dan memi’rajkan beliau untuk memberikan motivasi dan spirit kepad beliau yang hampir saja mengalami keputusasaan. Solusi yang diberikan oleh Allah adalah dengan memerintahkan shalat lima waktu sehari semalam sebagai bentuk peribadatan tertinggi yang harus ditegakkan oleh seorang muslim dan sebagai sarana untuk meminta pertolongan Allah SWT. QS : Allbaqoroh : 45.
”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu”
Oleh karena itu jika kita ingin mendapatkan pertolongan dari Allah SWT maka kita harus menegakkan shalat lima waktu sehari semalam dengan sempurna dan hanya semata-mata karena allah SWT.
Diantara hikmah/pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah jika kita ingin berbahagia di dunia dan di akhirat kita harus melakukan hubungan secara horizontal kepada sesama manusia dan hubungan secara vertikal kepada Allah SWT. QS :
Tasyakur dan wasiat takwa. QS Ali Imran 102
Marilah kita berjihad untuk mentaati Allah dan Rasulnya sepenuh hati dan segenap jiwa agar kita dapat meraih kesuksesan di dunia dan kesuksesan di akhirat.
Materi khutbah tentang MEMAKNAI KEMBALI ISRA’ MI’RAJ.
Beberapa hari yang lalu kita memperingati Isra’ dan Mi’raj nabi besar Muhammad SAW sebagai momentum untuk mempertebal keyakinan kita kepada Allah dan Rasulnya serta apa yang diberitakannya.
Berbagai kajian ilmiah, berbagai analisa, berbagai pemikiran tentang Isra’dan Mi’raj tak pernah habis dan tak pernah selesai ditulis oleh para ahli di bidangnya masing-masing baik ditinjau dari segi historis (sejarahnya) maupun dari segi substansinya (makna yang terkandung di dalamnya) karena peristiwa Isra’dan Mi’raj adalah suatu peristiwa spektakuler yang tidak dapat dijangkau oleh logika manusia yang bersifat relatif dan terbatas oleh ruang dan waktu. QS 17 : 85.”Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit”
Isra’ dan Mi’raj juga merupakan mu’jizat yang diperagakan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW yang mengatasi segala teori ilmiah yang dibuat oleh manusia untuk membuktikan kemahakuasaan Allah dalam segala hal diantara sekalian makhluknya. QS :16 ayat 40.
”Sesungguhnya perkataan kami terhadap sesuatu apabila kami menghendakinya, kami hanya mengatakan kepadnya Kun (jadilah)! maka jadilah ia”
Oleh karena itu dalam memandang peristiwa Isra’ dan Mi’raj tidak hanya ditinjau dari sudut ilmiah saja tetapi juga harus dipandang dari sudut Imaniah seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar Siddiq yang mengatakan : ”Jika nabi Muhammad yang memberitakannya pasti benar adanya”. Karena jika peristiwa Isra’ dan Mi’raj hanya dipandang dari segi ilmiah tak akan ketemu teorinya dan tak akan terjangkau oleh pemikiran manusia yang sempit ini. Bagi mereka yang pemikirannya tidak dilandasi iman akan mengatakan : Bagaimana mungkin Rasul menempuh perjalanan yang begitu jauh hanya dalam waktu yang relatif singkat (sepertiga malam) dengan kecepatang ribuan kali kecepatan cahaya, padahal kecepatan cahaya adalah batas kecepatan tertinggi menurut logika manusia. Bagaimana mungkin Rasul menembus atmosfir bumi yang jika dilewati semua benda akan hangus terbakar dan bagaimana mungkin Rasul keluar dari grafitasi bumi dan kembali lagi ke bumi dalam keadaan utuh. Ini semua adalah pemikiran manusia yang hanya dilandasi oleh logika semata dan menentang kebenaran wahyu Ilahi.
Oleh karena itu pertanyaannya adalah bukan Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi tetapi Mengapa peristiwa itu terjadi serta Apa hikmah/pelajaran yang dapat kita petik di balik peristiwa itu.
Secara historis peristia Isra’dan Mi’raj itu dilakukan oleh Rasulullah pada malam 27 Rajab tahun kesebelas kenabian/621 M ketika beliau sedang berada di rumah anak pamannya. Pada malam itu beliau diperjalankan oleh Allah dari masjidil haram di Makkah ke masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina dengan terlebih dahulu disucikan hatinyaoleh malaikat Jibril dengan air zamzam As. Kemudian beliau dinaikkan oleh Allah ke tujuh lapis langit hingga Sidratil Muntaha yang tak mungkin dapat dijangkau oleh makhluk apa pun. Kemudian kembali lagi ke Makah dengan membawa printah shalat.
Peristiwa itu terjadi pada saat Rasulullah sedang dilanda kesedihan mendalam setelah ditinggal pergi oleh dua orang pendukung utamanya yaitu Pamannya Abu Thalib dan Istrinya Siti Khadijah. Karena itu tahun itu dinamakan AMUL HAZNI atau tahun kesedihan. Hal itu mengakibatkan tekanan kaum kafir Quraisy terhadap rasulullah semakin meningkat. Dalam keadaan itulah Allah mengisra’kan dan memi’rajkan beliau untuk memberikan motivasi dan spirit kepad beliau yang hampir saja mengalami keputusasaan. Solusi yang diberikan oleh Allah adalah dengan memerintahkan shalat lima waktu sehari semalam sebagai bentuk peribadatan tertinggi yang harus ditegakkan oleh seorang muslim dan sebagai sarana untuk meminta pertolongan Allah SWT. QS : Allbaqoroh : 45.
”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu”
Oleh karena itu jika kita ingin mendapatkan pertolongan dari Allah SWT maka kita harus menegakkan shalat lima waktu sehari semalam dengan sempurna dan hanya semata-mata karena allah SWT.
Diantara hikmah/pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah jika kita ingin berbahagia di dunia dan di akhirat kita harus melakukan hubungan secara horizontal kepada sesama manusia dan hubungan secara vertikal kepada Allah SWT. QS :
Selasa, 26 Juli 2011
MANFAAT SHOLAT
Manfaat Sholat Secara Medis
Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya ” Ketika Dokter Memaknai Sholat ” mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis?
Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.
Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!
Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.
Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Manfaat Sholat Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang diantara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabatmenjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaansholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a). Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.
Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya ” Ketika Dokter Memaknai Sholat ” mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis?
Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.
Manfaat Wudlu Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalu kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman.
Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!!
Keutamaan Berkumur Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita.
Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Manfaat Sholat Malam hari biasanya dingin dan lembab. Kalau ditanya, paling enak tidur di waktu tersebut. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita.
Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang diantara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabatmenjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaansholat lima waktu. Allah menghapus segala keselahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a). Jika manfaat gerakan sholat kita betul, maka sangat luar biasa manfaatnya dan lebih canggih daripada yoga. Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul?
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya.
ROMANTIKA RUMAH TANGGA
ROMANTIKA RUMAH TANGGA
الحمد لله الذي خلق الانسان من نطفة
والصلاة والسلام على سيدنامحمد شغيع الامة
وعلى اله واصحابه المتمسكين بالسنه
اما بعد ايهاالمشاهدون في كل مكان رحمكم الله
“Salah satu tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan manusia berpasang-pasangan agar menimbulkan ketentraman dan rasa kasih sayang diantara kamu”.
Begitulah firman Allah dalam Qs. Arrum 21 :
Setiap manusia mendambakan kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangganya.
Tetapi untuk membentuk rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang tentram dan penuh kasih sayang tidaklah semudah membalik telapak tangan.
Setelah seseorang melakukan ikatan pernikahan lalu membentuk rumah tagga, muncullah berbagai persoalan. Mulai dari persoalan ekonomi, perbedaan pemikiran, komunikasi yang tidak efektif, campur tangan pihak ketiga dan lain sebagainya,…. membuat kehidupan rumah tangga terguncang sehingga bahtera kehidupan yang sedang dikemudikannya menjadi oleng diterpa badai dan topan bahkan tidak sedikit yang akhirnya kandas di tengah jalan.
Sesungguhnya Islam telah memberikan solusi untuk mengatasi itu semua yaitu dengan cara melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing sesuai dengan prinsip-prinsip Alquran dan sunnah Rasulullah SAW.
Salah satu statmen Alquran yang begitu indah adalah Allah berfirman : Qs Albaqarh 187
هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ
“Mereka itu adalah menjdi pakaian bagi kamu dan kamu pun menjadi pakaian bagi mereka”
Seorang suami menjadi pelindung bagi seorang istri dan begitu pun sebaliknya, keduanya harus saling melengkapi dan saling menutupi.
Manakala pasangan suami istri mengamalkan prinsip-prinsip Alquran dan hadits pasti akan tercipta kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangga.
Sebagaimana yang dulukiskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :
“RUMAHKU ADALAH SURGAKU”
Mudah-mudahan kita termasuk di dalamnya. Amiin
الحمد لله الذي خلق الانسان من نطفة
والصلاة والسلام على سيدنامحمد شغيع الامة
وعلى اله واصحابه المتمسكين بالسنه
اما بعد ايهاالمشاهدون في كل مكان رحمكم الله
“Salah satu tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan manusia berpasang-pasangan agar menimbulkan ketentraman dan rasa kasih sayang diantara kamu”.
Begitulah firman Allah dalam Qs. Arrum 21 :
Setiap manusia mendambakan kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangganya.
Tetapi untuk membentuk rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang tentram dan penuh kasih sayang tidaklah semudah membalik telapak tangan.
Setelah seseorang melakukan ikatan pernikahan lalu membentuk rumah tagga, muncullah berbagai persoalan. Mulai dari persoalan ekonomi, perbedaan pemikiran, komunikasi yang tidak efektif, campur tangan pihak ketiga dan lain sebagainya,…. membuat kehidupan rumah tangga terguncang sehingga bahtera kehidupan yang sedang dikemudikannya menjadi oleng diterpa badai dan topan bahkan tidak sedikit yang akhirnya kandas di tengah jalan.
Sesungguhnya Islam telah memberikan solusi untuk mengatasi itu semua yaitu dengan cara melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing sesuai dengan prinsip-prinsip Alquran dan sunnah Rasulullah SAW.
Salah satu statmen Alquran yang begitu indah adalah Allah berfirman : Qs Albaqarh 187
هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ
“Mereka itu adalah menjdi pakaian bagi kamu dan kamu pun menjadi pakaian bagi mereka”
Seorang suami menjadi pelindung bagi seorang istri dan begitu pun sebaliknya, keduanya harus saling melengkapi dan saling menutupi.
Manakala pasangan suami istri mengamalkan prinsip-prinsip Alquran dan hadits pasti akan tercipta kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangga.
Sebagaimana yang dulukiskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :
“RUMAHKU ADALAH SURGAKU”
Mudah-mudahan kita termasuk di dalamnya. Amiin
RISALAH AQIQAH
RISALAH AQIQAH
Menghidupkan Sunnah Nabi saw. dengan ‘Aqiqah
“Barang siapa yang menghidupkan sunnahku disaat terjadi kerusakan pada ummatku
maka baginya pahala seseorang yang mati syahid.” (Rasulullah saw.)
Hadits ini menyadarkan kita akan pentingnya kembali pada kehidupan Islami dan
menghidupkan sunnah Nabi saw. terutama di saat ummat mulai cenderung dan terpedaya
dengan segala gaya hidup yang tidak berasal dari nilai-nilai Islam. Hal tersebut
mengakibatkan ummat Islam tidak lagi memiliki jati diri, dan kecintaannya kepada Nabi
saw. sebagai suri teladan larut sedikit demi sedikit, berganti mengikuti gerak dan gaya
masyarakat yang jahiliyah, termasuk dalam menyambut kehadiran anak yang sebenarnya
merupakan amanah Allah SWT.
Tulisan ini sekedar mengingatkan kita akan sebuah sunnah yang dahulu akrab dengan
kehidupan kaum muslimin sebagai ummat yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT.
Beberapa Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang tua Setelah Kelahiran Anaknya
1. Menyuarakan adzan di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi.
Hal ini berdasarkan atas sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-
Tirmidzi, dari Abu Rafi’:
Aku melihat Rasulullah saw. Menyuarakan adzan pada telinga Al-Hasan bin ‘Ali
ketika Fatimah melahirkannya.
2. Melakukan tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma
yang sudah dilembutkan. Caranya ialah dengan menaruh sebagian kurma yang telah
dikunyah pada jari, dan memasukkan jari itu ke dalam mulut bayi, kemudian
menggerak-gerakkannya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang lembut hingga
merata di sekeliling langit-langit bayi.
Jika kurma sulit di dapat, tahniq ini dapat ddilakukan dengan bahan yang manis
lainnya, seperti madu atau saripati gula, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi saw.
Di dalam Shahihain, terdapat hadits dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., ia berkata:
Aku telah dikaruniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi saw.
lalu beliau menamakannya Ibrahim, menggosok-gosok langit-langit mulutnya dengan
sebuah kurma dan mendo’akannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau
menyerahkannya kepadaku.
Hikmah dari tahniq ini ialah untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan
beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap
untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.
Lebih utama kalau tahniq ini dilakukan oleh ulama / orang yang shalih sebagai
penghormatan dan pengharapan agar si bayi menjadi orang yang shalih pula.
3. Mencukur rambut kepala bayi, Memberi nama, dan Aqiqah.
Makna ‘Aqiqah
Secara bahasa ‘aqiqah berarti memutus. Sedangkan secara istilah Syara’ aqiqah berarti
menyembelih kambing untuk anak pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya.
Pentingnya Aqiqah
Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah
penyakit daripadanya (dengan mencukurnya).” (Hadits shahih riwayat Bukhari, dari
Salman Bin Amar Adh-Dhabi).
Rasulullah saw. bersabda : “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia
disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada
hari itu dan dicukur kepalanya”. (Ashhabus-Sunan).
‘Aqiqah adalah tanda syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-
Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon kepada Allah SWT. agar menjaga dan
memelihara sang bayi. Dari hadits di atas pula ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah
adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi para wali bayi yang
mampu, bahkan tetap dianjurkan, sekalipun wali bayi dalam kondisi sulit.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah
1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa
cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban.
2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing
yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor
kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul saw.
bersabda: “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak
perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian
apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi)
Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT.
Sedangkan orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk meng’aqiqahi
anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing. Hal ini berdasar
atas hadits dari Ibnu ‘Abbas r.a.: “Bahwa Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Al-
Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri.” (H.R. Abu Dawud), dan juga
riwayat dari Imam Malik: “Abdullah bin Umar r.a. telah meng’aqiqahi anak-anaknya
baik laki-laki maupun perempuan, satu kambing-satu kambing.”
3. Dianjurkan agar ‘aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini
berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari ‘Aisyah r.a.:
Nabi saw. bersabda: “Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan
ucapkanlah, ‘Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mu-lah dan kepada-Mulah
ku persembahkan ‘aqiqah si Fulan ini.”
Akan tetapi, jika orang yang menyembelih itu telah berniat, meskipun tidak
menyebutkan nama anak itu, maka tujuannya sudah tercapai.
4. Adapun daging aqiqah tersebut selain dimakan oleh keluarga sendiri, juga
disedekahkan dan dihadiahkan.
5. Disukai untuk memberi nama anak pada hari ketujuh dengan memilihkannya namanama
yang baik, lalu mencukur rambutnya, kemudian bersedekah senilai harga
emas atau perak yang setimbang dengan berat rambutnya. Dari Ali r.a. berkata:
Rasulullah saw. memerintahkan Fatimah dan bersabda : “Timbanglah rambut Husain
dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan (rambut)nya dan
berikanlah kaki kambing kepada kabilah (suku bangsa)”.
Demikianlah tulisan ringkas yang dapat kami sampaikan, semoga anak-anak kita yang
lahir kemudian di’aqiqahi mendapat rahmat, inayah, serta dilindungi Allah SWT. dari
godaan syaitan yang terkutuk dan dimudahkan jalannya dalam menempuh Shiraathal
Mustaqim. Aamiin.
Menghidupkan Sunnah Nabi saw. dengan ‘Aqiqah
“Barang siapa yang menghidupkan sunnahku disaat terjadi kerusakan pada ummatku
maka baginya pahala seseorang yang mati syahid.” (Rasulullah saw.)
Hadits ini menyadarkan kita akan pentingnya kembali pada kehidupan Islami dan
menghidupkan sunnah Nabi saw. terutama di saat ummat mulai cenderung dan terpedaya
dengan segala gaya hidup yang tidak berasal dari nilai-nilai Islam. Hal tersebut
mengakibatkan ummat Islam tidak lagi memiliki jati diri, dan kecintaannya kepada Nabi
saw. sebagai suri teladan larut sedikit demi sedikit, berganti mengikuti gerak dan gaya
masyarakat yang jahiliyah, termasuk dalam menyambut kehadiran anak yang sebenarnya
merupakan amanah Allah SWT.
Tulisan ini sekedar mengingatkan kita akan sebuah sunnah yang dahulu akrab dengan
kehidupan kaum muslimin sebagai ummat yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT.
Beberapa Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang tua Setelah Kelahiran Anaknya
1. Menyuarakan adzan di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi.
Hal ini berdasarkan atas sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-
Tirmidzi, dari Abu Rafi’:
Aku melihat Rasulullah saw. Menyuarakan adzan pada telinga Al-Hasan bin ‘Ali
ketika Fatimah melahirkannya.
2. Melakukan tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma
yang sudah dilembutkan. Caranya ialah dengan menaruh sebagian kurma yang telah
dikunyah pada jari, dan memasukkan jari itu ke dalam mulut bayi, kemudian
menggerak-gerakkannya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang lembut hingga
merata di sekeliling langit-langit bayi.
Jika kurma sulit di dapat, tahniq ini dapat ddilakukan dengan bahan yang manis
lainnya, seperti madu atau saripati gula, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi saw.
Di dalam Shahihain, terdapat hadits dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., ia berkata:
Aku telah dikaruniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi saw.
lalu beliau menamakannya Ibrahim, menggosok-gosok langit-langit mulutnya dengan
sebuah kurma dan mendo’akannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau
menyerahkannya kepadaku.
Hikmah dari tahniq ini ialah untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan
beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap
untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.
Lebih utama kalau tahniq ini dilakukan oleh ulama / orang yang shalih sebagai
penghormatan dan pengharapan agar si bayi menjadi orang yang shalih pula.
3. Mencukur rambut kepala bayi, Memberi nama, dan Aqiqah.
Makna ‘Aqiqah
Secara bahasa ‘aqiqah berarti memutus. Sedangkan secara istilah Syara’ aqiqah berarti
menyembelih kambing untuk anak pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya.
Pentingnya Aqiqah
Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah
penyakit daripadanya (dengan mencukurnya).” (Hadits shahih riwayat Bukhari, dari
Salman Bin Amar Adh-Dhabi).
Rasulullah saw. bersabda : “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia
disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada
hari itu dan dicukur kepalanya”. (Ashhabus-Sunan).
‘Aqiqah adalah tanda syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-
Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon kepada Allah SWT. agar menjaga dan
memelihara sang bayi. Dari hadits di atas pula ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah
adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi para wali bayi yang
mampu, bahkan tetap dianjurkan, sekalipun wali bayi dalam kondisi sulit.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah
1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa
cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban.
2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing
yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor
kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul saw.
bersabda: “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak
perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian
apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi)
Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT.
Sedangkan orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk meng’aqiqahi
anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing. Hal ini berdasar
atas hadits dari Ibnu ‘Abbas r.a.: “Bahwa Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Al-
Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri.” (H.R. Abu Dawud), dan juga
riwayat dari Imam Malik: “Abdullah bin Umar r.a. telah meng’aqiqahi anak-anaknya
baik laki-laki maupun perempuan, satu kambing-satu kambing.”
3. Dianjurkan agar ‘aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini
berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari ‘Aisyah r.a.:
Nabi saw. bersabda: “Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan
ucapkanlah, ‘Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mu-lah dan kepada-Mulah
ku persembahkan ‘aqiqah si Fulan ini.”
Akan tetapi, jika orang yang menyembelih itu telah berniat, meskipun tidak
menyebutkan nama anak itu, maka tujuannya sudah tercapai.
4. Adapun daging aqiqah tersebut selain dimakan oleh keluarga sendiri, juga
disedekahkan dan dihadiahkan.
5. Disukai untuk memberi nama anak pada hari ketujuh dengan memilihkannya namanama
yang baik, lalu mencukur rambutnya, kemudian bersedekah senilai harga
emas atau perak yang setimbang dengan berat rambutnya. Dari Ali r.a. berkata:
Rasulullah saw. memerintahkan Fatimah dan bersabda : “Timbanglah rambut Husain
dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan (rambut)nya dan
berikanlah kaki kambing kepada kabilah (suku bangsa)”.
Demikianlah tulisan ringkas yang dapat kami sampaikan, semoga anak-anak kita yang
lahir kemudian di’aqiqahi mendapat rahmat, inayah, serta dilindungi Allah SWT. dari
godaan syaitan yang terkutuk dan dimudahkan jalannya dalam menempuh Shiraathal
Mustaqim. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)